Atap Sekolah di Sompe Wajo Diganjal Bambu, Keselamatan Peserta Didik Terancam

Tenaga pendidikan di SDN 385 Sompe di Kelurahan Sompe Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo memperlihatkan kondisi atap sekolahnya yang rusak parah. Terpaksa diganjalnya bambu. (IMAN SETIAWAN /FAJAR)

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 285 Sompe, Kelurahan Sompe Kecamatan Sabbangparu memprihatinkan. Atap sekolah rusak, sampai diganjal pakai batang bambu.

Kepala Sekolah SDN 285 Sompe, Asri mengatakan, ada tiga ruangan yang rusak parah. Yakni, ruang untuk kepala sekolah, ruang kelas 5 dan 6. Kerusakan itu sudah dan seakan dibiarkan semakin parah.

“Sebelum saya menjadi Kepsek Juli 2015, begini memang mi kondisinya. Terpaksa kami ganjal dengan bambu, karena atapnya mau roboh,” ujarnya, Senin, 9 Desember.

Dia menilai, rusaknya Ruangan Kelas Belajar (RKB), membahayakan keselamatan 101 perserta didik SDN 285 Sompe. Utamanya siswa-siswi 23 orang dikelas 5 dan 16 orang dikelas 6.

“Beberapa kali kita minta untuk di rehab, pernah juga diusulkan melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Sabbangparu tidak sampai sekarang ada anggarannya,” ungkapnya.

Sementara, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Wajo, Andi Merly Iswita membenarkan, tidak layaknya beberapa RKB di SDN 285 Sompe itu. Itu diketahuinya saat melakukan kunjungan, Rabu, 4 Desember kemarin.

“Itu mendesak direhab. Kondisinya sangat memprihatinkan, rusak berat. Bisa-bisa membahayakan anak-anak, karena proses belajar mengajar sampai sekarang masih berlangsung ditempat itu,” akuinya.

Maka dari itu, anggota dari Fraksi PAN ini berjanji melaporkan kerusakan tersebut di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wajo.

Komentar

Loading...