Dana Koperasi Pasar Butung Rp85 Miliar Diduga Ditilep


“Alasan penyidik menghentikan penyelidikan sangat tidak rasional. Sebab, wewenang untuk melakukan penggeledahan untuk menemukan barang bukti tidak dilakukan sama sekali. Ada apa ini,” kata Gani dengan nada kecewa kemarin.

Menurutnya, bukti kwitansi dana koperasi dari hasil sewa tempat pedagang di pasar butung, jelas tidak pernah masuk ke dalam rekening koperasi. Tetapi, semuanya masuk ke rekening pribadi milik Irsyad sejak 2011-2018.

Rinciannya sebutnya, uang masuk ke rekening PT Bina Persada (milik Irsyad Doloking) Rp17,1 miliar, selanjutnya masuk ke rekening PT Duta Graha Properti sebanyak Rp4,39 miliar, lalu ke rekening Danamon milik terlapor Rp281 juta.

Lainnya masuk ke rekening Bank BNI terlapor sebanyak Rp54,6 miliar, ke rekening Bank Mandiri terlapor Rp200 juta, ke rekening BRI terlapor Rp1,05 miliar, bahkan masuk ke rekening mitra Irsyad Doloking Rp3,5 miliar. Ada juga diterima secara tunai Rp917 juta.

“Totalnya Rp82 miliar masuk ke rekening pribadi terlapor. Bukti kwitansi sudah kita serahkan, malah dianggap tidak cukup karena tidak ada catatan pembayaran sewa dari pedagang oleh koperasi,” ungkapnya sembari memperlihatkan catatan transaksi keuangan yang masuk ke terlapor. (ans/fajar)

loading...

Komentar

Loading...