Hari Antikorupsi, Korkom Unibos Layangkan Beberapa Tuntutan

HMI Korkom Unibos Layangkan Beberapa Tuntutan, Peringati Hari Anti Korupsi

FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR -- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Unibos memperingati hari Antikorupsi sebagai bentuk pengawalan terhadap beberapa kasus korupsi yang berada di Sulsel dengan melakukan aksi unjuk rasa depan kantor kejaksaan tinggi Sulsel, Senin (9/12/2019).

Ada beberapa tuntutan yang dilayangkan, yakni terkait kasus yang ada di beberapa kabupaten / kota yang ada di Sulsel, termasuk kasus fee 30 persen untuk 15 camat yang sampai saat ini masih menjabat, sehingga

diakui Ketua Umum HMI Korkom Unibos, Rahmat Hidayat pada aksi unjuk rasa kali ini mereka melakukan pelaporan secara tertulis berdasarkan fakta - fakta yang dimiliki.

"Kasus suap DAK 49,8 M di kabupaten bulukumba sampai saat ini belum ada yang di tetapkan tersangka kemudian kasus DAK di kabupaten enrekang senilai 39 M, Namun dalam pelaksanaannya, Pemkab Enrekang melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Enrekang memanfaatkan anggaran tersebut dengan kegiatan yang berbeda," ungkapnya.

Ia menambahkan, anggaran yang dimaksud digunakan membiayai kegiatan irigasi pipanisasi tertutup dan anggarannya pun dipecah menjadi 126 paket pengerjaan. "Yang notabenenya Bupati enrekang dan putra dari bupati enrekang yaitu Mitra facruddin ikut terlibat dalam kasus ini," sebutnya.

Lebih lanjut, kedua kasus ini merupakan kasus lama dan sudah pergantian kepemimpinan semenjak penanganan kasus ini. "Sehingga kami menganggap kejati sulsel tidak serius menangani kasus ini, di buktikan dengan belum adanya yang di tetapkan sebagai tersangka," jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...