M Irsyad Doloking Bantah Gelapkan Dana Koperasi Pasar Butung, Polda Hentikan Pengusutan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dana KSU Bina Duta Pasar Butung diduga telah digelapkan. Totalnya Rp85 miliar lebih.

Dugaan penggelapan dana itu setelah Ketua KSU Bina Duta, Muh Anwar melaporkan M Irsyad Doloking di Polda Sulsel, 16 Mei 2019. Laporannya dugaan tindak pidana penggelapan.

Anwar kembali melaporkan pengusaha properti itu di Mapolrestabes Makassar atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, Sabtu, 7 Desember.

Anwar melalui kuasa hukumnya, Andi Ifal Anwar dan Hari Ananda Gani, mengatakan, kasus dugaan penggelapan dana koperasi telah merugikan pedagang. Irsyad selaku terlapor diduga menikmati dana koperasi secara individu.

Dirkrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Andi Indra Jaya, mengatakan, penghentian penyidikan dilakukan lantaran kurangnya alat bukti. Tidak ada alasan untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan.

“Dokumen yang dijadikan barang bukti tidak bisa dihadirkan juga oleh pelapor. Gugatan perdata juga masih sementara berjalan terkait kepengurusan koperasi Bina Duta,” kata Indra Jaya setelah meminta penjelasan penyidiknya.

Meski telah dilakukan penghentian penyelidikan lanjutnya, kasus dugaan penggelapan ini akan dilanjutkan jika ada bukti yang ditemukan. “Kalau ada bukti bisa dilanjutkan,” ungkapnya.

Terkait langkah pengeledahan, Indra Jaya belum memberikan keterangan lebih lanjut. Bahkan sumber sejumlah uang di dalam rekening milik terlapor tidak ditanggapi.

Bantah Penggelapan

Irsyad Doloking menepis tudingan telah mengambil uang koperasi dengan cara memanfaatkan Nurdin selaku karyawan biasa di KSU Bina Duta. “Bagaimana caranya saya perintahkan dia (Nurdin). Kelebihan uang itu saya tidak tahu,” katanya lalu tertawa melalui telepon seluler.

Dia menyebut dirinya harus terang-terangan menerima sejumlah uang dari Pasar Butung. Sebab dirinya membangun Pasar Butung.

“Itu uang saya sendiri ambil untuk bayar bank. Satu sen pun tidak ada semua uangnya ini semua orang. Dari got semua itu saya semua,” ungkap Irsyad.

Ia tidak ingin menanggapi laporan penggelapan dana Rp82 miliar di Polda Sulsel. Alasannya dirinya sudah menerima surat penghentian penyidikan. “Itu sudah di SP3-kan. Nanti saya jelaskan kalau di Makassar, tidak enak kalau lewat telepon,” imbuhnya. (ans/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...