Soal Pembangunan Tower Bone, Anggota Banggar Tiba-tiba Melunak

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE -- Anggota Banggar DPRD Bone berteriak soal pembangunan tower 10 tingkat Pemkab Bone tahun 2020. Sebab, tidak adanya pembahasan dan langsung disetujui. Namun, setelah ketemu dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) anggota banggar langsung melunak.

Adalah Andi Muh Salam berkoar-koar soal itu sebab janji TAPD akan membahasnya item per item, namun itu tidak ada. Apalagi, anggaran yang bakal digelontorkan sekira Rp30 miliar yang bersumber dari APBD Pokok tahun 2020.

"Rakyat menjerit. Tapi buru-buru mau bangun tower, kasihan uang rakyat. Bagaimana Bone mau mabessa, mau sejahtera. Harusnya Rp30 miliar itu untuk bisa mengentaskan kemikinan dan sebagainya," katanya dulu.

Setelah bertemu dengan Tim Anggaran Pemda, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bone itu mengaku, pertemuan dengan TAPD mengenai hasil konsultasi di provinsi. Salah satu catatan menegenai infrastruktur yang masih kurang kisaran 5 persen.

Sedangkan soal tower diakuinya, sudah dipertanyakan di TAPD dan dirancangan memang ada. "Cuma memang alasan transisi kemarin dari PP 12 yang tidak ada pembahasasan di komisi, dan kita sebagian anggota DPRD memang tidak memegang RKA," kata Lilo sapaan karibnya kepada kemarin.

Sementara Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Andi Ikhwan Burhanuddin menuturkan pembangunan tower di kantor bupati dilakukan bertahap. Anggaran yang disiapkan untuk tahap awal mencapai Rp30 miliar.

"Kita anggarkan bertahap. Karena untuk pembangunan tower 10 lantai ini, anggaran yang kita butuhkan berkisar Rp100 miliar," ucapnya.

Kata dia, kemampuan anggaran pemerintah daerah terbatas, tower tersebut ditargetkan rampung tiga tahun. "Dengan direncanakannya pembangunan tower 10 lantai tersebut, dipastikan bakal menjadi salah satu ikon Kabupaten Bone nantinya," tambah mantan Kadis Pariwisata Bone itu. (gun/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...