Anjing Tewas Dipukuli, Sejumlah Karangan Bunga untuk Dukungan Pengawalan Kasus

0 Komentar

KARANGAN BUNGA : Areal Polsek Blahbatuh dipenuhi karangan bunga ucapan terimakasih atas menindaklanjuti pelaku pembunuh anjing, Selasa (10/12). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

FAJAR.CO.ID,BALI–Seorang pedagang di Pasar Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, pedagang berinisial INM,65, memukuli anjing tetangganya hingga tewas.

Lantaran pemilik anjing tidak terima, ia pun dilaporkan ke polisi.

Saat diwawancarai, Selasa (10/12), Kapolsek Blahbatuh AKP Yoga Widyatmoko mengaku, pelaku melakukan hal tersebut karena anjing itu sering mengganggu dagangannya.

Selain itu, pihak kepolisian pun telah mengumpulkan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Kasus tersebut berawal saat pemilik anjing mau membuka tokonya di Pasar Medahan. Namun ia melihat temannya mengusap seekor anjing yang tengah sekarat.

“Anjing itu milik pelapor. Lalu pelapor mendapatkan keterangan dari teman-temannya bahwa yang menganiaya anjingnya adalah INM. Sebelum tewas, pelapor sempat memberi air madu kepada anjingnya dan sempat dibawa ke dokter hewan. Tapi setelah satu jam, anjing tersebut tidak bisa diselamatkan,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun koran ini, kasus tersebut terjadi, Rabu (13/11) sekitar pukul 06.00. Sedangkan anjing yang menjadi korban bernama Si Putih. Polisi yang mendapat laporan tersebut segera turun dan melakukan olah TKP.

Di TKP polisi mengamankan selembar kardus berisi noda darah serta satu batang besi sepanjang kurang lebih 65 centimeter. Petugas juga telah melakukan pemeriksaan medis terhadap anjing tersebut ke dokter hewan. Pihak dokter hewan menyatakan, anjing tersebut mengalami bengkak di mata kiri, rahang dan taring kiri patah, serta hidung mengeluarkan darah.

Dokter hewan tersebut menyimpulkan bahwa kematian anjing itu karena cidera berat di kepala dan benturan di tanah. “Atas laporan itu, INM dijerat Pasal 302 KUHP dengan hukuman sembilan bulan penjara. Lantaran jeratan hukum di bawah lima tahun, kami tidak melakukan penahanan terhadap pelaku,” imbuhnya.

Sementara itu, di areal Mapolsek Blahbatuh, tampak beberapa karangan bunga sebagai ucapan terima kasih dan dukungan kepada Polsek Blahbatuh karena telah mengawal kasus pembunuhan anjing bernama si Putih. Tulisan karangan bunga itu pun berbagai macam. Ada yang menyampaikan stop penganiayaan hewan, penyiksa hewan jangan biarkan lolos dan beberapa ucapan lainnya lagi.

(bx/ade/man/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...