Banyak Tanah Belum Terdaftar, Kakanwil Suhendi Sorot Kinerja BPN Lutra

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MASAMBA — Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Luwu Utara kini punya ruang arsip atau warkah. Ruang Arsip pertanahan ini terletak di Kantor BPN Luwu Utara, Jalan Simpurusiang, Masamba.

Peresmian ruangan ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kakanwil BPN Sulsel, Dadang Suhendi, dan pemotongan pita oleh Wakil Bupati Luwu Utara, Muh Thahar Rum, Selasa (10/12/2019).

Kakanwil BPN Sulsel, Dadang Suhendi, mengatakan, dirinya beserta jajaran sudah beberapa kali ke Luwu Raya khususnya di Luwu Utara, sebagai bentuk konsen ingin memberikan motivasi termasuk juga pembinaan SDM di daerah.

“Luwu Utara sangat berpotensi untuk terus dikembangkan. Olehnya harus diimbangi dengan kinerja yang mumpuni dalam rangka memastikan betul tentang bagaimana status-status tanah,” ujarnya.

Urusan tanah, kata dia, bukan semata-mata urusan BPN. Tanah yang diurus bukan sejengkal tanah, melainkan seluruh wilayah NKRI.

Semua komponen bangsa termasuk Pemda, punya tanggung jawab yang sama, seperti menyangkut tanah yang belum terdaftar, tanah sengketa, dan tanah negara.

“Inilah mesti disinergikan, apalagi pemerintah pusat ingin kejar target, tahun 2025 seluruh bidang tanah telah terdaftar. Kita didorong untuk menyelesaikan hal ini, tetapi SDM yang masih terbatas,” ungkap Dadang.

Olehnya upaya-upaya seperti kerja sama dengan Forkopimda harus terus terjalin. BPN tidak akan bisa bekerja maksimal tanpa kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

“Ciptakan pemikiran bahwa sertifikat tanah yang diterbitkan tidak sekadar menjadi surat-surat yang disimpan saja. Tetapi bisa dimanfaatkan, misalnya kerja sama dengan bank atau notaris agar sertifikat ini betul-betul produktif. Contohnya digunakan untuk mengambil kredit, kemudian digunakan untuk meningkatkan kemampuan suatu usaha demi mencapai kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” terang Kakanwil BPN Sulsel ini.

Wakil Bupati Luwu Utara, Muh Thahar Rum, mengaku berbangga dan berterima kasih kepada BPN, karena akhir-akhir ini kasus tanah di Lutra bisa diredam seminimal mungkin.

“Apresiasi kepada BPN Lutra yang telah bekerja maksimal dengan beberapa kegiatan pertanahannya yang bisa diselesaikan dengan tepat waktu. Ini menunjukkan kinerja yang bagus. Mudahan-mudahan selanjutnya melalui program sertifikasi, Lutra bisa dapat sertifikasi tanah yang lebih banyak untuk tahun-tahun yang akan datang. Sehingga masyarakat kita bisa memegang haknya,” harap Wabup Lutra ini. (shd)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...