Desain Artistik, Ini Wajah Stadion Andi Mattalatta

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Konsep pengembangan Stadion Andi Mattalatta sudah tuntas. Anggarannya pun tersedia Rp200 miliar. Sisa memikirkan sisanya.

Gubernur Sulsel Nudin Abdullah tengah bergerilya mencari tambahan anggaran. Melalui kementerian dan lembaga di pusat. Nilainya besar, karena jika hanya memanfaatkan anggaran daerah, stadion ini sulit tuntas dalam waktu cepat.

Eks Bupati Bantaeng ini mengatakan, alokasi sebesar Rp200 miliar dalam APBD 2020, belum cukup. Masih butuh Rp700 miliar lagi untuk menjadikannya stadion yang sempurna.

“Kalau Rp200 miliar itu baru rehab saja. Keingingan kita stadion bertaraf internasional, itu tentu butuh dukungan pusat. Jika ada anggaran, pasti bisa jalan lebih cepat,” bebernya kepada FAJAR di Hotel Mulia Jakarta, Senin, 9 Desember.

Desain Artistik

Nurdin lalu mengambil gawai. Membuka aplikasi WhatsApp, memperlihatkan beberapa gambar perencanaan stadion. Lengkap dengan videonya. Kata dia, gayanya lebih artistik.

Kapasitas stadion pun lebih besar. Bisa memuat 40.000 penonton, jauh dari kapastitas bangunan saat ini yang hanya 15 ribu orang. Fasilitasnya pun bintang lima, layaknya stadion bertaraf internasional lainnya. Kesan hijau tetap terlihat di sekitarnya.

“Kami libatkan pendesain yang turun menangani Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tetapi saya ingin sentuhan berbeda, lebih modern. Mudah-mudahan ini bisa segera diselesaikan,” jelas suami Liestiaty Fachrudin ini.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), kata dia, sudah merespons dengan memasukkan rencana pembangunan ini sebagai agenda nasional. “Begitupun dengan Kemenpora, mereka merespons positif dan siap suport rencana ini. Kami juga mengajukan yang sama ke Kementerian PUPR,” tambahnya.

Plt Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Yuni Poerwanti belum bisa memastikan apakah ada anggaran untuk pembangunan stadion tersebut. “Saya akan pastikan dulu di asdep-asdep (asisten deputi, Red),” bebernya.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Sulsel Muhlis mengatakan desain ini belum bersifat final. Akan tetapi, ini akan menjadi acuan untuk kemudian disempurnakan pada 2020 mendatang.

“Nantinya tetap akan kami lelang. Tetapi sebagai awal, ada acuan sebagai desain awal. Kami kerja sama dengan ahli yang memang profesional untuk desain rancang bangun stadion,” bebernya.

Dia pun berharap, stadion tersebut dibangun dengan melibatkan perusahaan setara BUMN. Bukan lagi kontraktor yang baru belajar. “Kami tak ingin setengah-setengah. Jangan sampai ada masalah. Harus yang berpengalaman,” tambahnya.

Warna Makassar

Arsitek yang juga desainer awal renovasi Stadion Andi Mattalatta, Yori Antar mengatakan, konsep modern memang dia tonjolkan dalam desainnya. Hanya saja, dia ingin unsur lokal Sulsel tetap tersisip.

Misalnya, dari segi warna, ada warna merah di semua bangku-bangku penonton. Begitu pun di bagian luar stadion. “Warna itu melambangkan warna kebesaran PSM Makassar. Di samping, ada perpaduan warna lain,” bebernya.

Desain awal yang dia tawarkan adalah model stadion dengan tribune yang mengelilingi area penonton. Konsepnya lima lantai, dengan dua tingkatan tribune. Tampak megah sebagai stadion berstandar internasional.

Konsep ini tak dicaploknya dari stadion lain baik di luar atau dalam negeri. Melainkan karya alaminya, melihat kondisi stadion saat ini. Hanya saja apa yang dia hasilkan sekarang, diakuinya belum final. Pasalnya konsep ini butuh biaya besar.
“Semua masih bisa berubah kok. Karena ini butuh dana besar. Tergantung nantinya, butuh satu tingkatan tribune atau dua tingkatan. Menyesuaikan kondisi dan anggaran yang ada,” jelasnya.

Dia pun mengaku, terlibat dalam tim desain saat renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno. “Nanti saya akan datang lagi ke Makassar melihat lagi kondisi stadion saat ini. Karena apa yang ada sekarang belum final,” tambahnya.

PSM Musafir

Legenda PSM Syamsuddin Umar mengatakan, untuk tujuan peningkatan kapasitas hingga stadion bertarap internasional, sangat baik. Namun, seharusnya Stadion Barombong rampung dahulu, baru Mattoanging dikerja.

Jika tidak demikian, maka berdampak pada Liga 1. PSM harus bermain musafir pada 2020. Jika itu terjadi, maka akan memengaruhi kualitas PSM karena akan jauh dari dukungan suporter.

Sebagai contoh saja kata dia, 17 kali main di putaran liga 1 Indonesia tahun ini, 15 kali PSM tidak pernah menang. “Berdampak pada klub,” katanya.

Balikpapan, misalnya, saat stadionnya dikerja, membuat Persiba tiga tahun bermain musafir. Setelah selesai stadionnya, Persiba langsung degradasi ke devisi 2. “Akibat bermain di luar,” katanya.

Jadi, menurutnya, harusnya ada lapangan duhulu untuk dipakai PSM bermain yang berstandar internasional atau sesuai persyaratan AFC dan FIFA. Baru direnovasi.

“Harusnya Stadion Barombong selesai, baru Stadion Mattoanging direnovasi. Supaya bisa jadi dua dan PSM tidak main di luar. Main di kandang sendiri dan bermain dengan suporter,” harapnya.

Jika misalnya bermain di Stadion Kalegowa, menurutnya juga tidak memenuhi. Harus banyak dilihat dahulu kualitas lapangan, rumput hingga penerangannya. Tetapi, untuk pengembangan jangka panjang, renovasi ini bagus.

“Tapi kan satu belum selesai, baru dibangun satu kan kayak bagaimana. Sekarang saja PSM berada di posisi 8. Bisa nanti degradasi kan gawat,” katanya. (ful-mum/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...