Kasus Penyiraman Novel, Jokowi Minta Kapolri Segera Umumkan Pelakunya

ILUSTRASI. Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) berdialog dengan Kapolri Jenderal Idham Azis (kiri) di gedung KPK, Jakarta, Senin (4/11). Idham diminta segera mengugkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Belum ada titik terang terkait kasus penyiraman cairan kimia ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Padahal sudah sekitar 2,5 tahun kasus tersebut ditangani oleh Polri.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta ketegasan dari Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. ‎Sehingga publik tidak lagi bertanya-tanya.

“Saya tanyakan langsung ke Kapolri. Saya juga ingin mendapatkan sebuah ketegasan, ada progres atau enggak,” ujar Jokowi di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (10/12).

Presiden Jokowi juga mengatakan, Kapolri Jenderal Idham Azis sudah melaporkan mengenai perkembangan kasus tersebut. Namun, dia meminta Idham untuk segera menuntaskan kasus tersebut.

“Saya bilang secepatnya segera diumumkan siapa pelakunya,” katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, tidak ada tenggat waktu pengumuman. Dia hanya berharap pelakunya segera terungkap dan tidak menjadi tanda tanya publik.

“Oleh sebab itu, saya enggak kasih waktu lagi,” tegasnya.

Sekadar informasi, ‎pada 11 April 2017 silam tepatnya pada subuh, Novel Baswedan tiba-tiba disiram cairan kimia oleh dua pria yang mengendarai sepeda motor.‎ Saat itu Novel sedang berjalan menuju rumahnya setelah menjalankan salat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Cairan itu tepat mengenai wajah Novel. Kejadian itu berlangsung begitu cepat sehingga Novel tak sempat menghindar. Tidak ada seorangpun yang berada di lokasi saat peristiwa penyiraman itu terjadi. Novel juga tak bisa melihat jelas penyerangannya. (jpc)

Komentar

Loading...