Nyeri dan Radang Sendi, Obati dengan Kunyit

0 Komentar

ILUSTRASI. Beberapa penelitian menunjukkan, kunyit dapat membantu meringankan gejala peradangan karena kandungan curcumin. (health.com)

FAJAR.CO.ID — Nyeri dan radang sendi kini tak hanya dialami lansia, terapi sudah bergeser ke usia muda. Hal itu bisa diakibatkan kurang gerak dan pola hidup tak sehat. Salah satu radang sendi yakni Rheumatoid Arthritis, yakni kondisi jangka panjang yang menyebabkan peradangan, nyeri, dan kekakuan pada sendi. Obat-obatan herbal diyakini bisa mengurangi rasa nyeri tersebut, salah satunya kunyit.

Dilansir dari Medical News Today, Selasa (10/12), beberapa penelitian menunjukkan bahwa kunyit dapat membantu meringankan gejala peradangan. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kunyit dapat menawarkan beberapa manfaat kesehatan. Secara khusus, kunyit mengandung senyawa yang disebut curcumin, yang memiliki sifat anti-inflamasi yang bermanfaat bagi penderita rheumatoid arthritis (RA).

Bisakah kunyit membantu meringankan gejala radang sendi?

Kunyit atau Curcuma longa, adalah bumbu kuning atau oranye yanh dipercaya bisa mengatasi masalah perut, penyakit kulit, gangguan darah, dan infeksi.

Para peneliti juga telah mempelajari manfaat kesehatan potensial kunyit dan senyawanya dalam pengobatan Barat. Menurut review 2015, temuan studi menunjukkan bahwa curcumin, salah satu senyawa aktif utama dalam kunyit, dapat menurunkan gula darah dan memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan antikanker.

Sedangkan RA adalah kondisi autoimun, yang berarti bahwa sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sendi yang sehat. Serangan-serangan ini menyebabkan peradangan yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan tulang dan persendian di daerah yang terkena. Dengan demikian, sifat anti-inflamasi dan antioksidan alami kunyit dapat bermanfaat bagi orang dengan RA.

Berapa banyak dosisnya?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kunyit dan senyawanya dapat membantu untuk gejala radang sendi. Sebuah review sistematis pada 2016 memeriksa data dari delapan uji klinis acak yang menyelidiki efektivitas ekstrak kunyit dan kurkumin untuk mengobati gejala artritis sendi.

Para peneliti menyimpulkan bahwa ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi 1.000 miligram (mg) curcumin setiap hari selama 8-12 minggu dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan akibat radang sendi, terutama osteoartritis. Hasil juga menunjukkan bahwa ekstrak curcumin mungkin sama efektifnya dengan minum obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen dan diclofenac.

Sebuah studi tahun 2017 yang melibatkan 36 orang dengan radang sendi menguji formulasi curcumin. Setelah 90 hari perawatan, para peserta yang menggunakan curcumin melaporkan rasa sakit dan peradangan terasa lebih ringan dibandingkan dengan mereka yang minum obat.

Sebuah studi yang lebih baru, dari 2018 menyelidiki efek curcumin pada tikus. Penelitian menunjukkan bahwa curcumin mengurangi peradangan sendi dan kemerahan pada tikus-tikus.

Para penulis menyimpulkan bahwa hasilnya memberikan bukti sifat anti-rematik dari curcumin dan potensinya untuk mengobati radang sendi. Namun, penelitian lebih lanjut pada manusia masih perlu dilakukan.

Untuk merasakan mnafaat kunyit, Anda bisa gunakan bubuk atau irisan kunyit untuk berbagai makanan, termasuk kari, sup, dan hidangan nasi. Atau banyak orang menggunakan kunyit parut untuk menyeduh teh herbal. Berbagai kantong teh kunyit yang sudah dikemas juga tersedia. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...