Proyek Salah Administrasi, Kabid Cipta Karya Ditengarai Intimidasi Kades di Wajo

0 Komentar

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Pihak pengelola anggaran terdesak akibat kesalahan administrasi pembangunan jalan rabat beton di Desa Assorajang Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pun ditengarai berupaya mencari pembenaran.

Itu berdasarkan pengakuan Kepala Desa (Kades) Assorajang, Andi Samanrukka. Dia menyebut telah didatangi Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Bina Marga, Cipta Karya, Jasa Konstruksi, dan Penataan Ruang Wajo, Ahmadi, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Pisang, Arifuddin Betta di Kantor Dasa Assorajang, pada Senin, 9 Desember 2019, kemarin.

“Dia (Ahmadi, red) seperti bersikeras. Bilang kalau jalan pisang itu lokasinya di Perumnas Assorajang di Dusun Tanjong Manik,” ungkapnya, kepada FAJAR.CO.ID, Selasa, 10 Desember 2019.

Dia menambahkan, pernyataan tersebut terus berulang kali dilontarkan oleh Ahmadi. Walaupun pihak pemerintahan desa sudah menjelaskan titik lokasi yang benar berada di Dusun Empagae.

“Jadi, saya bilang tidak ada yang bisa memberikan nama jalan di wilayah Assorajang, selain pemerintah desa melalui SK saya. Kemudian itu ruas desa, jadi pemerintah desa yang mengetahui,” tutur Andi Sama, sapaannya.

Tak sampai di situ, Kades yang sudah menjabat sejak tahun 2013 ini, juga mempertanyakan dasar hukum dari pengerjaan jalan rabat beton senilai Rp199 juta di lokasi Perumnas.

“Kenapa bisa ada usulan masyarakat di sana (Perumnas, red). Sementara semua usulan hasil Musrembang keluarnya melalui pemerintah desa. Sudah saya tanya begitu, dia (Ahmadi, red) diam,” urainya.

Dia pun menyesalkan tidak adanya koordinasi dari pihak Dinas Bina Marga, Cipta Karya, Jasa Konstruksi, dan Penataan Ruang Wajo ke pemerintah desa, saat dilakukan pengukuran jalan sebelum mulai dikerja oleh CV Bumi Utama. (man)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...