Stadion Mattoangin Direnovasi, Seperti Ini Harapan Cabor


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Renovasi Stadion Andi Mattalatta atau Stadion Mattoanging, juga mendapat harapan besar dari cabang olahraga (cabor). Harapannya, fasilitasnya standar internasional.

Saat ini, ada tiga cabor unggulan Sulsel: angkat besi, atletik, dan renang. Ketiganya termasuk yang lebih dekat dalam penggunaan fasilitas di area stadion selain sepak bola.

Angkat besi adalah cabor yang selama ini menempati Stadion Andi Mattalatta. Hanya saja, fasilitas mereka tidak pernah diperhatikan sehingga yang digunakan merupakan alat berkarat dan ruangan berdebu.

Pelatih Angkat Besi Sulsel Erwin Abdullah mengharapkan dalam renovasi tersebut juga ada perhatian ke ruangan mereka.

“Selain Rahmat (peraih emas SEA Games 2019), banyak yang ingin latihan, tetapi apa daya fasilitas kita tidak layak untuk digunakan orang banyak,” beber pelatih yang juga membawa kontingen Indonesia meraih medali emas di SEA Games 2019 itu.

Harapan lainnya juga datang dari cabor atletik. Wakil Ketua 1 PASI Sulsel, Idris Bau Mane berharap tetap ada lintasan lari di stadion. “Karena saat ini tidak ada lintasan yang berstandar internasional, jadi sulit menghasilkan atlet yang memiliki limit baik,” ujarnya.

Sulsel punya banyak pelari yang baik. Tetapi sarana dan prasarana yang menjadi penghambat. Begitu pun dengan cabor renang. Pelatih Renang Sulsel, Andre Santoso mengutarakan, harapan besar untuk perhatian sarana prasarana untuk cabor renang ada saat Stadion Andi Mattalatta direnovasi.

“Karena tempat latihan utama kita itu di kolam renang Mattoanging ji,” bebernya. Sehingga, dia mengharapkan pemerintah provinsi pun ikut mempertimbangkan hal itu.

Matangkan Rencana

Sekretaris Tim Koordinasi Perencanaan Rehabilitasi Stadion Mattoangin, Muhlis Mallajareng mengatakan perbaikan stadion Mattoanging saat ini dimatangkan perencanaannya. Dirancang sambil dikerjakan fisiknya atau design and build.

Untuk tahap awal akan fokus pada pemanfaatannya. Minimal item penting stadion yang direnovasi sudah berstandar internasional. “Misalnya rumput belum, lampunya, ruang ganti. Ini dahulu yang akan kita penuhi memenuhi standar,” bebernya.

Anggaran Rp200 miliar ini juga akan difokuskan untuk membenahi struktur utama bangunan stadion. Perencanaan struktur ini yang penting agar bisa seperti GBK. Saat direnovasi, ada perubahan fungsi, tidak menelan banyak dana. “Sehingga 2021 minimal sudah ada digunakan, asas manfaat,” bebernya.

Kadispora Sulsel, Andi Arwien Azis mengatakan pihaknya tetap mengupayakan anggaran awal Rp200 miliar ini bisa dimaksimalkan. Desain renovasi Mattoanging sebelumnya baru dikonsultasikan. Pihaknya juga sudah melakukan studi tiru ke GBK.

“Soal desain yang disepakati, silakan langsung ke Pak Gubernur,” bebernya.

Kata Arwien, anggaran awal Rp200 miliar itu akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas stadion. Saat ini, Mattoanging berkapasitas maksimal 15.000 penonton. Pihaknya berencana meningkatkan minimal kapasitasnya jadi dua kali lipat.

“Kita akan jadikan 30.000-40.000 tempat duduk. Tribune penonton saat ini masih sedikit yang tertutup. Diupayakan nanti semua tribune tertutup. Kondisinya sekarang masih ada yang pakai seng,” bebernya.

Untuk tambahan anggaran, pihaknya tetap berharap ada tambahan APBN. Permintaan audiensi dengan Menpora dan Menteri PUPR sudah dikirimkan. Pihaknya akan melakukan presentasi nanti.

“Pak Menpora masih sibuk SEA Games. Mungkin habis SEA Games beliau ada waktu. Kita upayakan bisa dapat kucuran APBN,” tukasnya. (sal-fik/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...