2 Periode Jadi Presiden, Hinca: SBY Tolak Jabatan Presiden Ditambah

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Wacana penambahan masa jabatan presiden terus mengemuka, kendati Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak setuju dengan penambahan jabatan kepala negara tiga periode.

Terkait hal ini, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan menegaskan ketua umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada seluruh kader untuk menolak wacana tersebut.

“Tadi pengarahan paling keras supaya seluruh DPD dan DPC sampaikan ke bawah, sejumlah sikap Demokrat,” kata Hinca di JCC Jakarta, Rabu (11/12) malam.

Menurut Hinca, SBY yang pernah dua periode menjadi presiden, tidak setuju dengan diperpanjangnya masa jabatan kepala negara. Baginya dua periode sudah cukup. Tak perlu ditambah menjadi tiga periode.

“Pak SBY menyampaikan enough is enough, cukup dua periode karena kita punya pengalaman sejarah jaman sebelumnya,” tegasnya.

Hinca menegaskan, jika ada yang menginginkan SBY menjabat dua periode. Maka sudah pasti SBY bakal menolaknya. Karena masa jabatan dua periode adalah produk reformasi.

“Seandainya ada yang mengatakan nanti Pak SBY boleh maju lagi, kami katakan tidak. Kalau tidak ya dari kemarin saja. Jadi kami tidak tergoda untuk jabatan presiden tiga periode, cukup dua periode,” pungkasnya.

Diketahui, Presiden Jokowi menyatakan tidak setuju apabila amandemen UUD 1945 sampai menyentuh ke jabatan kepala negara sampai tiga periode. Ataupun kepala negara dipilih oleh MPR. Maka dengan tegas, Jokowi mengatakan sebaiknya tidak usah dilakukan amandemen.

  • Bagikan