20 Kapal Perang Iran Kepung Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln

0 Komentar

iranian.com

FAJAR.CO.ID, TEHERAN — Rilis gambar satelit menunjukkan kapal induk Angkatan Laut AS dikawal pergi oleh kapal Iranian Revolutionary Guards Corp (IRGC). Rilis itu ditengah meningkatnya ketegangan di perairan Teluk.

Kapal perang IRGC yang terdiri dari 20 kapal kecil dilaporkan mengepung USS Abraham Lincoln, serta kelompok kapal-kapal Amerika yang dipimpinnya termasuk kapal penjelajah rudal USS Leyte Gulf dan kapal perusak rudal USS Farragut, selama transit mereka melalui Selat Hormuz.

Dilansir Iranian, Kamis, 12 Desember, insiden itu terjadi pekan lalu, meskipun gambar satelit terungkap dan diedarkan kemarin.

Menurut status pelacak laut hari ini, lokasi USS Abraham Lincoln saat ini berada di Samudra Hindia tepat di luar Teluk Persia dan Selat Hormuz. USS Harry Truman, kapal induk AS lainnya, akan menggantikannya dan saat ini berada di Mediterania dalam perjalanan ke Teluk.

Campur tangan Iran dalam aktivitas angkatan laut AS terjadi kira-kira tiga minggu setelah USS Abraham Lincoln memasuki perairan di sekitar Selat Hormuz, yang menjadi berita utama karena situasi yang bergejolak antara Iran dan AS dan sekutunya di Teluk.

Ketegangan di Teluk Persia telah meningkat secara dramatis, terutama setelah Iran merebut kapal-kapal Eropa dan kapal-kapal tanker minyak di musim panas dan penembakan sebuah pesawat tanpa awak AS di daerah tersebut.

Baru-baru ini, Iran dianggap banyak pihak berada di belakang serangan terhadap fasilitas minyak Saudi Aramco di barat daya Arab Saudi pada September, yang mempengaruhi pasokan lima persen pasokan minyak global.

Ketegangan meningkat akibat ulah AS yang menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 dengan Iran dan penerapan kembali sanksi terhadap negara itu.

Sebagai tanggapan, AS telah mengerahkan lebih 3.000 tentaranya untuk ditempatkan di Arab Saudi untuk memantau ancaman Iran.

Kedatangan USS Abraham Lincoln bulan lalu dipandang sebagai jaminan keselamatan dan stabilitas bagi sekutu AS di Teluk dan perdagangan yang melewati Selat Hormuz. Itu juga merupakan bagian dari wilayah operasi Armada ke-5 AS (AOO), yang berfungsi untuk melakukan operasi angkatan laut dan memastikan keamanan di titik-titik strategis tertentu di kawasan Timur Tengah, yang menghubungkan Laut Mediterania dan Samudra Pasifik melalui bagian barat dari Samudera Hindia.

Tiga titik tersedak strategis ini di Armada ke-5 menempatkan kapal dan kapal induknya di terdiri dari Selat Hormuz, Terusan Suez, dan Selat Bab Al-Mandeb. (fajar)

Sumber : iranian
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...