Ajak Jadi Ketua Umum Organisasi Ini, Gus Ipul Sanjung Ganjar Pranowo

0 Komentar

Gus Ipul mememui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang. Foto: Dokumentasi Humas Pemprov Jateng

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Mantan Wagub Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyanjung Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Sanjungan disampaikan saat Gus Ipul menemui Ganjar di ruang kerja Gubernur Jateng di Semarang, Rabu, (11/12), agar politikus PDIP itu bersedia menjadi Ketua Umum Persatuan Radio Televisi Publik Daerah Seluruh Indonesia (Persada.id).

Menurut Gus Ipul, Ganjar merupakan sosok yang tepat bagi kemajuan Persada.id, dan figur orang nomor satu di Jateng itu merupakan contoh gubernur atau kepala daerah yang bisa memberikan inspirasi, dorongan, dan semangat bagi teman-teman yang mengelola radio di daerah.

“Radio daerah ini adalah aset dan membutuhkan pemimpin yang bisa menjadi speaker. Pak Ganjar ini tidak hanya bicara, tetapi beliau juga praktik dan menuntun,” ujarnya.

Gus Ipul yakin Ganjar mampu memanfaatkan radio-radio daerah untuk pesan pembangunan, menggerakkan masyarakat agar berpartisipasi dalam pembangunan, sekaligus ingin mendengarkan aspirasi serta kemauan masyarakat.

“Ini hal yang menurut saya patut kita apresiasi dan jadikan contoh. Lalu kemudian supaya manfaatnya bisa dirasakan nasional, kami minta kesediaan beliau untuk menjadi Ketua Umum Persada.id. Saya nanti akan bicara soal menteri terkait permintaan yang saya sampaikan ke Pak Ganjar tadi,” katanya.

Ganjar menyambut baik dan ingin adanya revitalisasi radio dengan gaya kekinian agar bisa lebih optimal dalam menyampaikan pesan positif.

“Pengelola radio di tingkat kabupaten/kota ingin tetap berjalan. Tentu saja saya ikut menjadi pembina di sini mendorong agar radio ini bisa optimal lagi dalam memberikan siaran yang bagus, berguna, bermanfaat, serta narasinya positif dan menyemangati, tapi gayanya harus kekinian, dari gaya kekinian ini yang kita harapkan bisa merevitalisasi radio sehingga itu hidup lagi karena itu menjadi media untuk daerah bisa menyampaikan pesan baik,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, sekarang ini adalah kurva kedua radio dimana cara hidup radio saat ini sudah tidak bisa secara konvensional lagi dan diperlukan perubahan, baik dari segi konten, manajemen, maupun perawatan.

“Sekarang sudah era digital, jadi harus mencari slot untuk mendigitalisasi radio. Bicara soal manajemen dan perawatan, sekarang kan butuh laptop dan ‘bandwidth’. Bicara konten harus berbeda dan kekinian sehingga ditunggu dan efektif. Saya juga sudah bicara dengan beberapa teman dan banyak dapat masukan terkait itu,” katanya. (ant/jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...