Libur Nataru, Kemenhub Siap Layani 3,4 Juta Penumpang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Badan Litbang Kemenhub sudah melakukan kajian terkait potensi angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hasilnya, 60 persen menyiapkan perjalanan Nataru dengan jalur darat. Terutama di Jawa. Di luar Jawa, pesawat dan kapal masih menjadi andalan.

Dirjen Perhubungan Laut Agus R Purnomo mengungkapkan, pergerakan penumpang saat Nataru terbanyak ada di wilayah timur Indonesia. Sebagian lagi ada di Sumatera Utara. Untuk menghadapi event tahunan tersebut, sektor laut menyiapkan 1.293 kapal dengan kapasitas 3.415.838 orang. “Ada 51 pelabuhan dipantau,” katanya.

Demi kelancaran perjalanan selama nataru, Agus memerintahkan agar manajemen kapal diperhatikan. Untuk jalur-jalur sepi jika perlu rerouting ke jalur yang ramai. Langkah itu supaya tidak ada penumpukan penumpang. Biasanya hal ini sering terjadi di Indonesia Timur. “Disiapkan juga kapal negara jika ada penumpukan,” ucapnya.

Untuk menyatakan keamanan, Ditjen Perhubungan Laut menyelenggarakan uji petik. Seluruh kapal yang terlibat dalam Nataru dilakukan uji petik.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko mengatakan, berdasar pada trennya, diprekdiksi terjadi peningkatan jumlah penumpang pada penyelenggaraan Angkutan Nataru. Angkanya mencapai 1,84 persen atau 1.191.786 penumpang.

“Kami prediksi puncak arus libur dimulai pada Jumat 20 Desember sampai dengan Selasa 24 Desember,” ucapnya.Sedangkan puncak arus balik diperkirakan dimulai pada Minggu 29 Desember sampai dengan Selasa tanggal 31 Desember.

Petugas Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub saat memantau rute perjalanan angkutan untuk Nataru. (Ferlynda Putri/Jawa Pos)
Salah satu tempat yang dilakukan uji petik adalah Pelabuhan Tual. Pelabuhan itu sangat penting, mengingat berada di wilayah Provinsi Maluku yang terdiri atas banyak pulau. Tim Uji Petik dipimpin Kepala Seksi Pengukuran Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal Penumpang dan Kapal Penangkap Ikan Ditkappel Galih Ernowo.

“Uji petik dilakukan dengan melaksanakan verifikasi sertifikat dan dokumen di atas kapal serta pemeriksaan di bidang status hukum kapal, keselamatan kapal, pencegahan pencemaran, dan pengawakan kapal. Selain itujuga dimungkinkan untuk pengujian beberapa alat keselamatan kapal,” ujar Galih usai memeriksa kapal di Dermaga ASDP Tual Rabu (11/12).

Dari hasil uji petik ini, Galih menyatakan secara umum kapal-kapal yang beroperasi di Pelabuhan Tual dalam keadaan laiklaut, hanya terdapat temuan-temuan minor yang tidak mempengaruhi kelaiklautan kapal.

Sementara itu, Kepala Kantor UPP Kelas II Tual Yahya Usia menjelaskan kegiatan uji petik menjadi salah satu langkah persiapan menghadapi masa angkutan Nataru. “Kami siap melayani angkutan laut Natal dan Tahun Baru,” ucap Yahya. Pelabuhan Tual membuka Posko Angkutan Natal Tahun 2019 dan Tahun Baru 2020 dari 18 Desember 2019 hingga 8 Januari 2020. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...