Nurdin Abdullah Ingin Kembangkan Kawasan Industri di Bantaeng

Kamis, 12 Desember 2019 10:14
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Jaminan pasokan listrik di Sulsel membuat investasi bakal makin kencang. Khususnya industri smelter.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan dengan dukungan PLN akan membuat Sulsel menjadi tujuan atau surga investasi. Daya listrik selalu menjadi kendala bagi investor. Mestinya jangan ragu berinvestasi di sektor pembangkitan listrik.

“Contoh di Bantaeng saat awal smelter beroperasi, hanya ada daya 8 Mw saat beban puncak. Jadi pengusaha smelter nikel ini memang nekat masuk. Itu juga sebabnya karena izin di Bantaeng kita permudah,” ungkap Nurdin usai penandatanganan MoU Pemprov-PLN di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 11 Desember.

Nurdin juga mengaku akan mengembangkan kawasan industri Bantaeng ke depan. Harga tanah di Makassar sudah cukup mahal. Untuk satu hektare saja butuh anggaran Rp30 miliar.

“Makanya kita akan relokasi ke Bantaeng saja. Seperti KIMA. Lahan di Bantaeng masih murah. Pas sebagai kawasan industri baru,” tuturnya.

Pelabuhan Ekspor

Untuk mendukung kawasan industri di Bantaeng, Nurdin menyebut pelabuhan ekspor cukup penting. Dia mengaku akan melobi ke pusat. Ini juga untuk mendukung industri smelter yang ada.

“Ini kan hasil pengolahan di smelter diekspor ke luar negeri termasuk ke Tiongkok. Maka sangat penting pengembangan pelabuhan di Bantaeng. Saya akan minta ke pusat. Pelabuhan Bantaeng jadi prioritas setelah Makassar New Port (MNP),” tuturnya.

Bagikan berita ini:
9
8
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar