Nurdin Abdullah Ingin Kembangkan Kawasan Industri di Bantaeng

Kamis, 12 Desember 2019 10:14

“Ini kan hasil pengolahan di smelter diekspor ke luar negeri termasuk ke Tiongkok. Maka sangat penting pengembangan pelabuhan di Bantaeng. Saya akan minta ke pusat. Pelabuhan Bantaeng jadi prioritas setelah Makassar New Port (MNP),” tuturnya.

Apalagi, memang sudah ada ketentuan pelarangan ekspor bijih nikel atau ore. Rencananya berlaku mulai Januari 2020. Pemerintah memang mewajibkan membangun pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter).

“Ini berdasarkan PP 1 tahun 2017. Berlaku lima tahun kemudian atau 2022. Namun kemudian dipercepat ke Januari 2020. Ini tentu akan membuat industri smelter kian bergairah,” ungkapnya.

Untuk mempermudah ekspor, Nurdin mengaku sudah melakukan simplifikasi perizinan. Untuk ekspor kini sudah bisa tuntas dalam hitungan menit. Kata dia, proses perizinan yang panjang ini menjadi celah korupsi.

“Muncul calo-calo dan praktik pungli. Itu kita hindari,” jelasnya.

Harmonisasi

Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi, Syamsul Huda mengatakan kerja sama atau MoU dengan Pemprov ini penting. Kata dia, kadang perencanaan PLN dan Pemda tidak seiring.

Bagikan berita ini:
6
3
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar