Nurdin Abdullah Pede Anggaran Stadion Mattoanging Tak Dipangkas

Kamis, 12 Desember 2019 10:08
Belum ada gambar

Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Usulan anggaran renovasi Kawasan Olahraga (KOR) Mattoanging dijamin tak ada perubahan. Kontrak pengerjaannya multiyears atau tahun jamak.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan anggaran awal yang disiapkan untuk renovasi stadion Mattoanging Rp200 miliar. Pihaknya juga berusaha ada tambahan dana dari APBN. Sehingga bisa lebih cepat selesai.

“Estimasi kebutuhan Rp700 miliar. Tidak ada rencana menggandeng swasta,” ungkapnya saat ditemui di Kantor DPRD Sulsel, Rabu malam, 11 Desember.

Renovasi stadion ini untuk persiapan Sulsel mengajukan diri sebagai tuan rumah PON berikutnya. Venue-venue lain juga akan diperbaiki secara bertahap.

“Jadi persyaratannya harus siap sarananya. Jadi ya doakan, dana APBD ini untuk memulai sambil berharap support pemerintah pusat,” jelasnya.

Nurdin mengaku tidak ada pemangkasan anggaran. Sesuai usulan awal, nilainya tetap Rp200 miliar. Meskipun ada yang menyebut hanya mendapat Rp150 miliar. “Tidak. Kita tunggu saja hasil evaluasi Kemendagri. Rancangan anggaran masih di Kemendagri,” bebernya.

Untuk lelang nanti, masih menunggu selesai dokumen persiapannya. Renovasi nanti juga untuk penataan areal GOR, kolam renang. Proyek ini diharap segera tuntas dan jadi kebanggaan baru.

“Rencananya akan dilelang dengan sistem multiyears. Sehingga berharap ada support APBN agar tuntas secepatnya,” jelasnya.

Sementara pembangunan stadion Barombong belum bisa dilanjutkan karena banyak persoalan. Sehingga Mattoanging lebih prioritas. Apalagi akses ke stadion Barombong akan menyulitkan hanya satu jalur dan sempit. Butuh anggaran besar lagi untuk penanganan akses.

“Tidak ada event saja macet ke Barombong. Sementara Mattoanging sudah lengkap dengan venue lain dan posisinya lebih strategis,” tukasnya.

Terpisah, Anggota Banggar DPRD Sulsel, Selle KS Dalle mengatakan sesuai pembahasan terakhir pimpinan DPRD dan gubernur anggaran hanya Rp150 miliar. Namun, DPRD maupun Pemprov saat ini posisinya menunggu hasil evaluasi Kemendagri.

“Pembahassan RAPBD nanti akan berakhir dan sah menjadi APBD 2020 setelah adanya nomor registrasi dari kemendagri yang didahului penyerasian dan penyelarasan berdasarkan hasil evaluasi Kemendagri,” bebernya.

Selle menyebut pihaknya memahami bila Dispora Sulsel sebagai OPD teknis tetap berharap Rp200 miliar sesuai usulan awalnya. Sementara di satu sisi, DPRD hanya mengusulkan Rp150-an miliar saja. Semuanya sifatnya usulan dalam rancangan APBD.

“Adapun hasil akhir akan sangat ditentukan oleh penyerasian dan penyelerasan setelah adanya evaluasi dari Kemendagri tentang RAPBD 2020. Hasil evaluasi Kemendagri paling lambat 14 hari setelah 9 Desember,” tandasnya. (fik-taq/fajar)

Bagikan berita ini:
9
5
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar