Perkembangan Terbaru Pembunuhan Wina Mardiani, Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BENGKULU — Polisi hingga hari ini masih terus memburu penjaga indekos Pondokan Reza berinisial Pa, terduga pelaku pembunuhan Wina Mardiani, mahasiswi semester V, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bengkulu (Unib).

Pa mendadak menghilang satu hari sebelum jenazah Wina ditemukan tewas terkubur dengan kepala terbungkus karung dan kaki terikat di belakang indekosnya di Kelurahan Beringin Raya, Kota Bengkulu, Minggu (8/12).

Pa diduga kuat menjadi pelaku pembunuhan sadis itu didukung pengakuan Ma, istrinya yang juga mendadak menghilang dan ditangkap di Bengkulu Utara, Minggu (8/12).

Berikut ini fakta lengkapnya:

Korban Pamit

Selasa (3/12) sore, komunikasi terakhir Wina Mardini dengan keluarganya. Korban pamit mau membeli gulai. Dari tempat kosnya Pondokan Reza di Jalan WR Supratman RT 1 RW 1 Kelurahan Beringin Raya, ia pergi mengendarai sepeda motor Honda Scoopy.

Korban Dinyatakan Hilang

Rabu (4/12), keluarga Wina Mardiani mengaku putus komunikasi dengan korban. Tak ada kabar hingga 24 jam berlalu, keluarga memutuskan melaporkan ke polisi. Korban dinyatakan hilang.

Sepeda motor korban ada di Bengkulu

Kamis (5/12) pihak keluarga yang sedang melakukan pencarian mendapat informasi bahwa ada yang melihat Wina di salah satu bengkel motor di kawasan Bentiring, namun tidak terbukti.

Wina ditemukan dalam kondisi tewas

Minggu (8/12) pihak keluarga yang mulai curiga dan memiliki firasat keberadaan Wina masih di sekitaran kos-kosan. Akhirnya melakukan pencarian dengan mengelilingi kawasan Pondokan Reza.

Hingga akhirnya tercium bau tak sedap dari arah rawa-rawa belakang kos. Pencarian difokuskan ke rawa-rawa itu hingga akhirnya ditemukan gundukan tanah layaknya kuburan. Pukul 16.30 WIB diputuskan dilakukan penggalian, hingga ditemukan jasad korban.

Istri Penjaga Kosan Diamankan

Minggu (8/12) malam, istri penjaga kosan, berinisial Ma diamankan polisi saat berada di rumah neneknya, di Kerkap Bengkulu Utara.

Jasad Wina dibawa pulang

Senin (9/12), usai dilakukan autopsi oleh Tim DIV, sore harinya jenazah Wina langsung dibawa pulang ke Ipuh dan dimakamkan.

Polisi amankan dua saksi dan sepeda motor korban

Dua laki-laki yang diduga terlibat dalam tewasnya Wina Mardiani diamankan Polres Bengkulu. Serta motor Honda Scoopy korban ditemukan di kawasan Tahura.

Polisi tetapkan satu tersangka

Rabu (11/12), setelah melakukan pemeriksaan, polisi menetapkan WL sebagai tersangka penandah motor curian milik korban.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP. Indramawan Kusuma Trisna mengungkapkan saat ini polisi telah melakukan pengembangan terhadap kasus ini.

“Sejauh ini kami telah periksa 21 orang sebagai saksi. Satu di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka karena telah menjadi penadah motor milik almarhumah Wina yang sempat digadaikan terduga pelaku,” jelas Indramawan sebagaimana dilansir harianrakyatbengkulu.com hari ini.

“Beberapa orang juga kami kenakan wajib lapor, termasuk istri terduga pelaku. Kasus ini masih kami lakukan pengembangan dan penyelidikan lebih dalam,” tambahnya. (jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...