Erick Thohir Eks Direksi Garuda Rangkap Jabatan hingga 8 Perusahaan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, mengaku terkejut terkait mantan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang juga menjabat sebagai komisaris di anak dan cucu perusahaan tersebut. Dengan kata lain, mereka rangkap jabatan.

Erick mengatakan, dirinya akan meninjau kembali peraturan di Kementerian BUMN mengenai hal tersebut. Namun, jika dilihat secara etika, seorang direksi yang menjabat semestinya tidak boleh merangkap sebagai komisaris di banyak anak dan cucu perusahaan.

“Saya juga kaget ketika ada direksi yang menjabat komisaris di 6 perusahaan. Mestinya ya secara etika saya nggak tahu nanti saya review juga peraturan di BUMN. Saya nggak tahu ya. Mestinya kalau sudah menjabat jadi Dirut itu maksimal ya 2,” ujarnya saat ditemui di Gedung Ditjen Pajak Jakarta, Jumat (13/12).

Erick melanjutkan, jika ada peraturan yang membolehkan direksi merangkap jabatan sebagai komisaris di anak atau cucu perusahaan, gaji yang diterima sebagai komisaris tidak boleh melebihi gajinya sebagai direksi perusahaan yang dipimpin. Hal tersebut, selain untuk mengantisipasi minat jajaran direksi di perusahaan-perusahaan pelat merah, juga agar keseriusan seorang direksi di perusahaan yang dipimpin dapat terjaga.

“Gajinya yang ada di komisaris itu tidak boleh lebih besar dari gaji dirutnya atau bahkan mustinya hanya 30 persen dari nilai yang sudah didapatkan. Mestinya dari gaji 50 ya di dua komisaris itu hanya 15 atau 20,” jelasnya.

Sebagai informasi, beredar dokumen dewan komisaris di kalangan wartawan yang menyebut bahwa mantan Dirut Garuda Ari Askhara beserta jajaran direksi lainnya telah diberhentikan dari jabatan komisaris di sejumlah anak dan cucu perusahaan tersebut. Surat dengan nomor GARUDA/DEKOM-102/2019 itu meminta agar Ari dan sejumlah direksi lainnya segera diberhentikan. Hal ini menyusul pemberhentian Direksi Garuda pascakasus penyelundupan barang mewah yakni moge Harley-Davidson dan sepeda merek Brompton.

Pemberhentian pada jabatan dewan komisaris anak/cucu perusahaan tersebut berlaku sejak penetapan pemberhentian sementara waktu yang bersangkutan dari jabatan direksi Garuda Indonesia.

Surat itu ditandatangani oleh seluruh Dewan Komisaris Garuda Indonesia. Mulai dari Komisaris Utama Sahala Lumban Gaol, Komisaris Chairal Tanjung, dan Komisaris Independen yang terdiri dari Insmerda Lebang, Herbert Timbo P. Siahaan, serta Eddy Porwanto Poo. (jpc/fajar)

Berikut Susunan Jabatan Direksi Garuda Indonesia di Kursi Komisaris pada Anak dan Cucu Garuda

Ari Askhara (mantan Direktur Utama)

  1. Komisaris Utama PT GMF AeroAsia (anak perusahaan)
  2. Komisaris Utama PT Citilink Indonesia (anak perusahaan)
  3. Komisaris Utama PT Aerofood Indonesia (cucu perusahaan)
  4. Komisaris Utama PT Garuda Energi Logistik & Komersil (cucu perusahaan)
  5. Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Air Charter (cucu perusahaan)
  6. Komisaris Utama PT Garuda Tauberes Indonesia (cucu perusahaan)

Bambang Adisurya Angkasa (mantan Direktur Operasi)

  1. Komisaris PT Gapura Angkasa (anak perusahaan)
  2. Komisaris Utama PT Sabre Travel Network Indonesia (anak perusahaan)
  3. Komisaris PT Aero Globe Indonesia (cucu perusahaan)
  4. Komisaris PT Aerotrans Service Indonesia (cucu perusahaan)

Mohammad Iqbal (mantan Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha)

  1. Komisaris Utama PT Gapura Angkasa (anak perusahaan)
  2. Komisaris PT Aerojasa Perkasa (cucu perusahaan)
  3. Komisaris Aerojasa Cargo (cucu perusahaan)
  4. Komisaris PT Citra Lintas Angkasa (cicit perusahaan)
  5. Komisaris Garuda Tauberes Indonesia (cucu perusahaan)

Iwan Joeniarto (mantan Direktur Teknik dan Layanan)

  1. Komisaris Utama PT Aerosystem Indonesia (anak perusahaan)
  2. Komisaris PT Aero Wisata (anak perusahaan)
  3. Komisaris PT Aerofood Indonesia (cucu perusahaan)
  4. Komisaris PT Garuda Energi Logistik & Komersil (cucu perusahaan)
  5. Komisaris Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (cucu perusahaan)
  6. Komisaris PT Garuda Indonesia Terapan Cakrawala Indonesia (cucu perusahaan)

Heri Akhyar (mantan Direktur Human Capital)

  1. Komisaris PT Aerofood Indonesia (cucu perusahaan)
  2. Komisaris Utama PT Aeroglobe Indonesia (cucu perusahaan)
  3. Komisaris Utama GIH Indonesia (cucu perusahaan)
  4. Komisaris PT GOH Korea (cucu perusahaan)
  5. Commissioner of Strategic Function PT GOH Jepang (cucu perusahaan)
  6. Komisaris PT Garuda Indonesia Air Charter (cucu perusahaan)
  7. Komisaris PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (cucu perusahaan)
  8. Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Terapan Cakrawala Indonesia (cucu perusahaan)
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...