Yayasan PBSI Bakal Bangun 1500 Warung Pro Rakyat Berbasis Syariah di Makassar

Jumat, 13 Desember 2019 17:11

Abdul Rachmat Noer

FAJAR.CO.ID — Yayasan Pengurus Besar Santri Indonesia (PBSI) rencana akan membangun 1.500 warung pro rakyat (WPR) di Kota Makassar. Warung ini kelak akan dibangun di setiap kelurahan di Makassar, jumlahnya 10 warung di setiap kelurahan. Namanya warung, tetapi konsep sebenarnya adalah toko mini swalayan yang menyediakan kebutuhan pokok warga.

Hal tersebut disampaikan Abdul Rachmat Noer selaku Koordinator Daerah Makassar PBSI setelah bertemu Ketua Umum Pusat Pengurus Besar Santri Indonesia (PBSI), Drs Zainur Ridho AJ, di kantor PBSI Pusat, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2019.

Menurut Rachmat, dirinya telah ditunjuk dan mendapat rekomendasi berupa Surat Penugasan dari Pengurus Pusat PBSI sebagai Koordinator Daerah Makassar. Salah satu amanah yang diberikan adalah menjalankan program pendirian 1.500 warung pro rakyat (WPR) di Makassar.

“Ini adalah program ekonomi kerakyatan dari pasangan presiden Jokowi – Maruf Amin yang bertujuan untuk mendukung tersedianya stabilitas harga barang kebutuhan rakyat di pasar dan jaminan produk halal,” ungkap ARN yang merupakan singkatan dari Abdul Rachmat Noer.

Pendirian warung pro rakyat ini juga dimaksudkan untuk mengatasi masalah pengangguran di Makassar dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Program ini membutuhkan sekitar 15.000 orang tenaga kerja.

“Nantinya karyawan yang bekerja di warung pro rakyat akan direkrut dari warga dari masing-masing kelurahan sehingga akan meningkatkan kesejahteraan rakyat Makassar,” jelas ARN.

Komentar