Konsep Indoor Warnai Grand Final MCC

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Puncak penilaian telah tiba, 15 Kelurahan terpilih dari tiga Zona di Makassar Clean and Comfort kini kembali bersaing di grand Final. Tepatnya di Carrefour Panakkukang Square, Sabtu,14 Desember.

Dari 15 kandidat kelurahan, beberapa nama dikantongi juri. Mereka telah dinilai melalui kunjungan, dan video penggambaran wilayah beserta renovasi yang dikirim kepada juri. Video ini kembali akan dipresentasikan oleh lurah di grand final.

Ketua Tim Penilai MCC, Sakka Pati mengatakan grand final MCC 2019 persaingan sangat ketat. 15 kelurahan yang mewakili 15 kecamatan berusaha menampilkan yang terbaik dari apa yang dimiliki masing-masing. Tim penilai betul-betul bekerja extra dalam menentukan yang terbaik dari semua yang baik.

Hanya saja, dari akumulasi indikator penilaian serta nilai rangenya yang sejak awal sudah disampaikan menjadi acuan tim penilai. Lima indikator yaitu lingkungan sehat, bersih dan nyaman serta gravity yang mencakup mural dan gerbang. Tak ketinggalan lingkungan smart, tata kelola lingkungan dan Umkm setta jabarannya yang menjadi acuan.

“Tim juri dalam menentukan enam besar menjadikan tagline FAJAR yaitu Bijak di Garis tak Berpihak sebagai spirit independensi dan objektifitas penilaian,”ucapnya.

Salah Seorang Juri MCC dan sponsor dari PT Satriakarya Adiyuda Cat EMCO, Eddy Sanyoto mengatakan ia menilai dari hasil pengaplikasian cat, baik dari karya mural maupun kreatifitas mengubah lorong dari biasa menjadi luar biasa. 15 kelurahan semuanya luar biasa, sampai-sampai juri bingung mau memetakkan yang paling bagus.

Namun kata Eddy sapaannya, setelah berulang-ulang kali direview ada empat kelurahan yang akhirnya dinominasikan. Tetapi tak berhenti disitu, kelurahan ini lurahnya kembali akan ditantang bagaimana kesiapan mereka memaparkan presentasi dari video yang telah dibuat.

“Yang betul-betul komplit seperti yang dipersyaratkan oleh panitia maka dialah pemenangnya nanti,”tuturnya.

Kepala Promosi dan off News FAJAR, Muhammad Yunus mengatakan selain dari penilaian yang dilakukan juri. Persiapan lokasi Grand final juga sudah dirampungkan panitia dari beberapa hari. Konsepnya kali ini lebih kepada indoor. Jika sebelumnya dibuat outdoor, kali ini dibuat didalam mal.

Lanjutnya, pihak panitia telah mengkonsep tatanan panggung yang dikelilingi stand. Di setiap stand, pihak Kecamatan sisa mengatur atau mendekorasi sesuai keinginan dan konsep masing-masing. Mereka memakainya untuk menempatkan kue tradisional dan UMKM.

“Selain lomba Kue tradisional dan UMKM, tercatat ada sembilan kecamatan dari 15 kelurahan ini juga mengikuti lomba yel-yel dan lomba senam maumere,”ungkapnya.(wis)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...