OKE OCE – Microfinance Unhas Bantu UMKM Naik Kelas

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- UMKM merupakan level usaha yang seringkali mengalami kendala. Lembaga OKE OCE dan Microfinance Unhas memastikan pendampingan agar UMKM segera naik kelas.

Ketua Umum OK OCE, Iim Rusyamsi menjelaskan OK OCE pada dasarnya merupakan gerakan sosial penciptaan lapangan kerja melalui kewirausahaan.

"Kami ingin membantu dan mendampingi UMKM untuk bisa naik kelas. Mulai dari akses izin, pemasaran hingga permodalan,"ungkap Iim dalam acara Seminar Kewirausahaan yang digelar di gedung Microfinance Unhas, Sabtu, 14 Desember.

Ketua Center of Microfinance Unhas, Prof. Gagaring Pagalung menambahkan, pihaknya kedepan akan membantu OK OCE dalam mendampingi UMKM agar bisa naik kelas ke jenjang berikutnya.

Ia mengakui kelemahan UMKM antara lain terkait proses pengemasan yang kurang bagus, dan laporan keuangan yang tidak teratur.

"Kedepan melalui kerjamasama dengan komunitas OK OCE ini maka semua itu akan diajarkan melalui pelatihan berkesinambungan," jelasnya. (abd)

Alasan UN diganti karena berdasarkan survei dan diskusi dari beberapa pihak termasuk juga dengan orang tua siswa. Hasilnya adalah tidak baik. Karena siswa fokusnya menghapal materi yang telah dipelajari. Adanya UN ini juga menurut Nadiem belum menyentuh kepada karakter siswa.

Sehingga Nadiem menilai UN hanya akan ada sampai 2020. Setelah itu asesemen kompetisi minimum dan survei karakter‎ yang akan diterapkan. “Jadi memang belum menyentuh karekter siswa secara holistik,” tuturnya.(abd)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– UMKM merupakan level usaha yang seringkali mengalami kendala. Lembaga OKE OCE dan Microfinance Unhas memastikan pendampingan agar UMKM segera naik kelas.

Ketua Umum OK OCE, Iim Rusyamsi menjelaskan OK OCE pada dasarnya merupakan gerakan sosial penciptaan lapangan kerja melalui kewirausahaan.

“Kami ingin membantu dan mendampingi UMKM untuk bisa naik kelas. Mulai dari akses izin, pemasaran hingga permodalan,”ungkap Iim dalam acara Seminar Kewirausahaan yang digelar di gedung Microfinance Unhas, Sabtu, 14 Desember.

Ketua Center of Microfinance Unhas, Prof. Gagaring Pagalung menambahkan, pihaknya kedepan akan membantu OK OCE dalam mendampingi UMKM agar bisa naik kelas ke jenjang berikutnya.

Ia mengakui kelemahan UMKM antara lain terkait proses pengemasan yang kurang bagus, dan laporan keuangan yang tidak teratur.

“Kedepan melalui kerjamasama dengan komunitas OK OCE ini maka semua itu akan diajarkan melalui pelatihan berkesinambungan,” jelasnya. (abd)

Alasan UN diganti karena berdasarkan survei dan diskusi dari beberapa pihak termasuk juga dengan orang tua siswa. Hasilnya adalah tidak baik. Karena siswa fokusnya menghapal materi yang telah dipelajari. Adanya UN ini juga menurut Nadiem belum menyentuh kepada karakter siswa.

Sehingga Nadiem menilai UN hanya akan ada sampai 2020. Setelah itu asesemen kompetisi minimum dan survei karakter‎ yang akan diterapkan. “Jadi memang belum menyentuh karekter siswa secara holistik,” tuturnya.(abd)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...