Tersangka Pembobol Brankas, Diduga Bebas Sebelum Tuntaskan Masa Hukuman

Tersangka Pembobolan Brankas PDAM Makassar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Pembobolan brankas perusahaan distributor rokok seharusnya masih mendekam di Lapas Makassar. Tetapi, bebas sebelum masa hukuman tuntas.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Makassar, Muhammad Tuanaya (44), Muhammad Irwan alias Iwan (36), Asri Narang (29), dan Tamajaya (29) divonis kurungan penjara tiga tahun enam bulan.

Melakukan aksi pencurian dengan membobol brankas PDAM Makassar senilai Rp12, miliar pada 26 Juli 2017.

Hanya saja, Tuanaya dinyatakan bebas dari Lapas Makassar,
9 Oktober 2019. Parahnya, ketiga rekannya justru dinyatakan bebas sebelum peristiwa pembobolan brankas di PDAM Makassar dilakukan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Makassar, Robianto, dalam kasus pembobolan berankas PDAM ini, Tuanaya dan Irwan tertangkap, 31 Juli 2017. Setelah itu, barulah Asri dan Tamajaya dibekuk, Agustus 2019.

Dari keterangan Robianto, Iwan, Asri, dan Tamajaya, diduga bebas sebelum sidang berlangsung. Atas kejadian ini, Iwan, Asri, dan Tamajaya diduga tak pernah menjalani hukuman penjara sama sekali.

Sementara Tuanaya dibebaskan sebelum menjalani masa tahanannya selama tiga tahun enam bulan. “Para napi itu bukan napi karupsi, narkoba. Makanya mereka dapat remisi,” dalih Robianto.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Makassar Ulfadrian Mandalani, juga belum mengetahui hal itu. “Yang mana yah,” katanya singkat.

Sebelumnya, Tuanaya dan Tamajaya, melakukan aksi pembobolan brankas di perusahaan rokok di Kantor PT. Surya Madistrindo,
Jalan Poros Pare-Sidrap, Km. 10 Desa Mattirotasi Kecamatan Wattangpulu, Kabupaten Sidrap, Jumat, 29 November, bulan lalu.

Tuanaya melakukan aksi pembobolan bersama empat orang rekannya, yakni, Tamajaya, Amran Mangera bin Enre (35), Iwan, dan Ancu. Namun, Iwan dan Ancu berhasil melarikan diri. Kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). (ans/dir)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...