Tol Mamminasata Belum Prioritas, Dokumen Belum Lengkap

0 Komentar

Arus lalu lintas di Jalan Tol Reformasi, AP Pettarani dan Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu (26/8/2018). FOTO: IDHAM AMA/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Hanya ada tiga konsesi ruas tol yang
ditender tahun ini. Proyek tol Mamminasata menunggu dokumen lengkap.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebelumnya telah menggelar market sounding kepada para investor.

Secara rinci, 4 tol ditawarkan dalam market sounding tersebut yakni pertama Jalan Tol Solo – Yogyakarta – Kulon Progo (93,14 km) dengan biaya Rp28,58 triliun.

Kedua, Jalan Tol Yogyakarta – Bawen (76,36 km) dengan biaya Rp17,38 triliun. Ketiga Jalan Tol Gedebage Tasikmalaya – Cilacap (206,65 km) biaya sebesar Rp57,594 triliun.

Kemudian keempat Jalan Tol Makassar, Maros, Sungguminasa
dan Takalar (mamminasata) sepanjang 48,12 km dengan
biaya Rp9,41 triliun.

Namun Pemerintah baru akan melakukan tender untuk tiga konsesi ruas tol. Masing-masing ruas Solo-Yogyakarta,
Bawen-Yogyakarta, dan Gedebage-Cilacap. Ruas tol Mamminasata belum masuk prioritas.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR,
Danang Parikesit, mengatakan sejumlah investor cukup berminat. Bahkan sudah beberapa kali konsultasi ke BPJT. Ada juga masih pemain baru.

“Namun memang baru tiga ruas. Belum ada tol Mamminasata,” ungkapnya kepada FAJAR, Jumat, 13 November.

Namun Danang membantah bila ruas tol Mamminasata
dianggap tak prioritas. Menurutnya ini hanya persoalan tahapan saja. Tiga ruas yang lain lebih lengkap dokumennya sehingga ditender lebih awal. (fik/dir)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...