5 Bahan Kimia dalam Kosmetik Ini Berbahaya, Jangan Pernah Beli

0 Komentar

Ilustrasi kosmetik. Foto: AFP

FAJAR.CO.ID — Mengenali bahan kimia berbahaya dalam kosmetik sepertinya patut dilakukan oleh kaum hawa. Pasalnya, wanita sering kali mengisi keranjang belanjaannya hingga penuh tanpa memperhatikan bahan apa yang terkandung di dalamnya.

Yang penting, diskon dan bisa mengulasnya di media sosial!

Padahal, kebiasaan tersebut sangat tidak baik bila dilakukan terus-menerus. Pertama, dampaknya dapat membuat kulit Anda rusak. Kedua, bisa menguras pundi-pundi isi kantung Anda! Agar Anda terhindar dari dua kondisi tersebut, karena itu, jangan pernah memilih kosmetik yang mengandung 5 bahan kimia berikut:

Sodium Lauryl Sulfate (SLS)

SLS kerap digunakan sebagai pembuat busa dan pembersih dalam produk bilas. Nah, bagi Anda pemilik kulit sensitif, sebaiknya hindari produk dengan kandungan tersebut. Ini karena dapat mengiritasi kulit!

Kosmetik yang mengandung SLS juga tak boleh masuk ke mata. Selain itu, hindari pula penggunaannya terhadap anak-anak, apalagi bayi.

Paraben

Paraben termasuk zat yang paling banyak digunakan dalam kosmetik. Zat tersebut dapat ditemukan dalam buah blueberry dan juga sayur wortel. Di Amerika Serikat sendiri, penggunaan produk yang mengandung paraben sudah dikurangi karena kerap dikaitkan dengan peningkatan kanker payudara.

Sayangnya, Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika (FDA) belum memiliki bukti kuat untuk memberikan pernyataan resmi bahwa paraben sangat berbahaya. Bagi Anda pemilik kulit sensitif, Anda mungkin ingin menghindari produk berparaben demi menghindari iritasi yang tidak diinginkan.

Di sisi lain, dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter mengatakan ibu hamil yang menggunakan kosmetik mengandung paraben berisiko mengalami keguguran dan kegagalan perkembangan janin. Jadi, perhatikan betul komposisinya sebelum membeli pelembap dan produk perawatan rambut, ya!

Formaldehida

Formaldehida adalah gas alami yang berperan sebagai pengawet di beberapa produk kosmetik. Dalam bentuk cair, zat tersebut dinamakan etilen glikol atau formalin.

Walaupun di Amerika terdapat batasan emisi formaldehida dari produk kayu komposit, untuk formula kecantikan itu sendiri, belum ada batasannya! Jadi, bijaklah dalam menggunakan kosmetik yang mengandung etilen glikol karena zat yang satu ini bersifat karsinogenik jika dipakai berlebihan.

Triclosan

Triclosan termasuk zat pengawet dan antibakteri. Zat tersebut sering ditemukan dalam pasta gigi, obat kumur, deodoran, sabun badan, hingga sampo. Dalam pasta gigi yang mengandung triclosan, memang terbukti mencegah radang gusi. Jika digunakan di area lain, seperti sabun badan, zat antibakteri ini disebut-sebut dapat memicu alergi.

Dokter Adeline Jaclyn dari KlikDokter mengungkapkan sejak tahun 2016, triclosan dilarang untuk digunakan sebagai antibakteri. “Agen antibakteri kimia ini diketahui dapat menyebabkan gangguan hormon yang menyebabkan kanker, perkembangan masalah saraf, dan memengaruhi perkembangan janin,” tutur dr. Adeline.

Phthalate

Dokter Devia mengatakan phthalate adalah senyawa kimia yang sering digunakan pada cat kuku, hair spray, sabun, sampo, hingga parfum. Turunan dari senyawa kimia ini, antara lain dibutyl phthalate, dibutyl phthalate, dan diethyl phthalate.

“Selain pada produk kosmetik, phthalate ditemukan pula di plastik pembungkus atau pelapis mainan anak-anak. Bila ibu hamil terpapar bahan kimia ini terlalu banyak, efek sampingnya yang dihasilkan adalah meningkatnya risiko penyakit jantung dan anak yang dilahirkan bisa terganggu perkembangan motoriknya,” tutur dr. Devia.

Itu dia lima bahan kimia berbahaya dalam kosmetik yang sebaiknya dihindari. Bagi Anda yang sedang tidak hamil, mungkin sesekali menggunakannya tidak masalah. Tapi, jika sedang hamil, tahan keinginan untuk membeli kosmetik tersebut agar tak merugikan si jabang bayi! (AYU/RPA/klikdokter/jpnn/fajar)

Sumber : klikdokter
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...