Infografis

Ada Promo, Tiket Tetap Mahal

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Meski ada iming-iming promo, tiket tetap mahal. Terutama makin dekatnya Natal dan tahun baru (Nataru).

MOMENT liburan Nataru ini meningkatkan antusiasme penumpang berpelesiran. Ini sekaitan dengan janji pemerintah untuk memberikan tiket diskon besar-besaran.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM soal antisipasi harga tiket pesawat jelang Nataru. Maskapai Garuda Indonesia, misalnya, menawarkan diskon hingga 40 persen.

Hanya saja, diskon itu tidak terlalu berasa, sebab harganya tetap saja mahal hingga jutaan rupiah.

CEO Region Kasulampua Garuda Indonesia, Aryo Wijoseno, mengatakan untuk menghadapi Nataru, Garuda selalu siap. Harga tiket pun dipastikan akan tetap normal.

“Normal saja. Tidak menaikkan harga, maupun menurunkan harga. Bahkan kita menyiapkan promo di rute dan waktu tertentu,” kata Aryo, Jumat, 13 Desember.

Begitu pun dengan Lion Air Grup. Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan Lion berkomitmen dalam mengupayakan dan menyediakan layanan penerbangan terbaik yang mampu mengakomodasi kebutuhan pelanggan dan masyarakat selama Nataru.

Untuk memastikan kelancaran operasional, Lion patuh dan menjalankan sesuai standar operasional. Mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, serta kenyamanan penerbangan. Penambahan flight masih dikaji.

“Penambahan frekuensi penerbangan akan Lion Air Group lakukan jika permintaan melalui reservasi meningkat,” katanya.

Lion akan menentukan penambahan perebangan berdasarkan hasil analisis pasar untuk rute terbaik yang memiliki permintaan tinggi. Termasuk frekuensi penerbangan dan jam operasional bandar udara keberangkatan maupun tujuan.
Kota-kota dengan trafik tinggi juga jadi fokus garapan Lion. Secara tradisional rute yang diproyeksikan meningkat permintaan pada saat Nataru itu seperti Jakarta-Medan, Jakarta-Kupang, Jakarta-Manado, Jakarta-Denpasar, Jakarta-Makassar, Jakarta-Ambon, Jakarta-Singapura, dan Surabaya-Manado.

Selain itu, juga disiapkan armada Lion Air Group. Termasuk Airbus 330-900NEO dalam rangka mengantisipasi jika ada lonjakan permintaan.

Naik 15 Persen

GM Sriwijaya Area Sulawesi dan Maluku, Achmad Yani mengatakan, jelang momen nataru animo penumpang mulai meningkat. Dari hari biasa kini naik 15 persen. Hanya saja, untuk Sriwijaya memang tidak akan melakukan ekspansi besar-besar. Fokusnya hanya melayani penerbangan di wilayah timur Indonesia.

“Kami normal aja seperti biasanya. Jadi kami mainnya sesuai kemampuan. Kecuali di beberapa rute di Timika yang memang sudah dicarter di sana,” kata Achmad.

Penerbangan Sriwijaya Air di destinasi idaman penerbangan dari Makassar memang hanya sedikit, cukup satu penerbangan saja. “Kami memang lebih fokus ke reguler saja. Kami belum ada plan untuk ekstra di Nataru ini. Kecuali pelayanan carter,” terangnya.

Achmad Yani menegaskan, harga tiket pesawat yang ditetapkan di Sriwijaya sudah sesuai prosedur kementerian perhubungan. Ikut memberikan promo pun belum ada rencana ke sana. “Harga nggak naik. Rancu itu kalau dibilang naik. Promonya mungkin kita siapkan di rute yang leg-nya kosong. Tidak terlalu banyak (penumpangnya),” bebernya.

Dukung Promo

Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) Sulsel, Didi Leonardo Manaba yakin, dengan penawaran diskon dari maskapai ini akan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat menikmati momen liburan kali ini.

Sehingga masyarakat yang hendak liburan tidak menahan keinginannya untuk berlibur. Meskipun promo diskon ini hanya berlaku di hari tertentu, yakni pada Senin dan Kamis.

“Animo penumpang akan naik 15 hingga 25 persen dari biasanya. Tetapi meski promo, nominal harganya juga harusnya lebih murah,” yakin Didi.

Diskon Avtur

Sebagai upaya mendukung kelancaran transportasi udara selama Nataru, Pertamina memberikan promo harga avtur. Pertamina memberi diskon sebesar 20 persen.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, diskon tersebut berlaku mulai 9 Desember hingga 31 Januari 2020. Berlaku di beberapa bandara di wilayah timur Indonesia yang merupakan bandara-bandara transit untuk penerbangan terusan ke daerah yang lebih terpencil lagi.

“Seperti Manado, Ambon, Kupang, dan beberapa bandara transit lainnya,” katanya.

Kata Fajriyah , pemilihan bandara-bandara tersebut berdasarkan pada data peningkatan kebutuhan avtur yang cukup tinggi selama masa liburan natal dan tahun baru. Rata-rata kenaikan konsumsi avtur di bandara tersebut mencapai lebih dari 20 persen.

Dia menambahkan, hal ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung penerbangan nasional dalam menyediakan layanan bagi masyarakat yang bepergian selama masa Natal dan Tahun Baru.

“Pada periode ini memang banyak masyarakat yang bepergian baik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru ataupun Liburan. Apalagi juga bertepatan dengan masa liburan anak sekolah. Karena itu kami memberikan diskon harga avtur dengan harapan bisa membantu kelancaran transportasi untuk masyarakat sekaligus mendukun sektor transportasi udara di Indonesia,” katanya.

Seperti diketahui, Pertamina melayani pengisian avtur untuk penerbangan di 68 titik bandara Indonesia. Termasuk di wilayah timur maupun bandara perintis.

“Dengan kehandalan infrastruktur distribusi kami yang tersebar, Pertamina bisa melayani pengisian avtur bahkan untuk bandara yang berada di lokasi yang sulit terjangkau. Ini adalah bukti komitmen kami untuk melayani masyarakat Indonesia,” tambahnya. (mum-tam)

Comment

Loading...