Tawaf Terbalik


Oleh Dahlan Iskan

FAJAR.CO.ID — Bajaj menuju Kuil Hanoman ini pun bergambar Hanoman –di kaca depannya.

“Di rumah, Anda punya berapa dewa?” tanya saya pada sopir Bajaj itu. Ia orang asli kota suci Varanasi, pedalaman negara bagian Uttar Pradesh.

“Punya dua. Dewa saya Hanoman. Dewa istri saya Shiwa,” katanya.

“Kenapa Dewa istri Anda Shiwa?” tanya saya lagi.

“Lho dia kan wanita,” jawabnya.

Sejak itu saya punya kebiasaan baru. Setiap kali naik Bajaj saya ajukan pertanyaan yang sama. Jawabnya pun sama. Laki-laki berdewa Hanoman. Perempuan berdewa Shiwa.

Waktu kecil saya mengira Shiwa itu laki-laki. Akibat pengajaran agama dengan guru yang kurang membaca.

Di India Dewa Shiva itu istri Parbheti.

Salah anggapan saya lainnya: Dewa Shiwa itu tugasnya menghancurkan dunia. Di India Shiwa itu dewa cinta dan kesetiaan.

Kesalahan saya yang lain: jumlah Dewa. Saya kira Dewa di agama Hindu itu hanya tiga: Brahma, Wishnu, dan Shiwa. Itulah yang diajarkan di sekolah.

Setelah dewasa barulah saya tahu: Dewa dalam Hindu banyak sekali. Orang bisa berdewa satu –tapi umumnya berdewa banyak. Termasuk pohon di tengah jalan. Pelajaran sekolah tentang Hindu banyak yang tidak tepat –dulu.

Termasuk soal kasta yang empat. Ternyata di India ada lima kasta. Yang nomor lima adalah kasta Dalit –kelompok di bawah empat kasta.

Komentar

Loading...