Waktu PDKT Berlagak Ustaz, Usai Menikah Malah Tak Salat

0 Komentar

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

FAJAR.CO.ID,SURABAYA– Apa indikator kesalehan jika imej itu bisa dimanipulasi? Berusaha terlihat baik di depan gebetan hanya demi menarik simpati. Lalu, ketika sudah sah, sifat asli bawaan mulai terkuak. Loh, kok gini. Loh ustaz gadungan.

Yang seperti ini, persis Donwori. Yang rupanya berselimut tipu daya selama ini. Dan mengelabuhi Karin dengan gaya sok ustaznya. “Yang aku suka dari dia dulu, setiap hari ngingetin aku salat. Jadi aku menilai dia pria yang baik. Leh, mbegadus tibaknya,” curhat Karin di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, kemarin.

Donwori sejak awal memang selalu menampilkan imej pria baik-baik. Bicaranya sopan, orangnya perhatian, salat juga rajin. Itulah mengapa, saat penjajakan, atau yang Karin sebut dengan taaruf, ia langsung klik. Dan tak lama kemudian memutuskan untuk menikah.

Namun rupanya, semua itu hanya permainan peran. Karena setelah menikah, sikap asli Donwori terkuak perlahan. Pria alim yang dulu selalu mengingatkan Karin untuk salat tepat waktu, yang mengatakan sebisa mungkin salat tahajud dan dhuha, rupanya salat subuh pun tidak.

Jangankan subuh, isya yang banyak longgarnya saja Donwori lewatkan. Dan ketika Karin ingatkan, ia hanya melengos dan memarahinya. “Diingatkan baik-baik saya selalu dicelatu. Gak usah kakean cangkem dadi wong wedok,” cerita Karin menirukan kata-kata andalan Donwori.

Sok-sokan alim Donwori ini juga bahkan mendalam hingga ilmu fiqih perempuan. Kata Karin, dulu ia kerap dimarahi ketika mengenakan kutek kuku. Katanya tak boleh dalam syariat agamanya. Tak sah untuk wudhu.

Tapi, lagi-lagi mbelgadus. Donwori akhir-akhir ini malah dengan bangganya membuat tato dengan gambar yang tak jelas di lengannya. Yang notabene, juga tak sah digunakan untuk salat.

Selain hal-hal prinsip, Donwori juga melanggar berbagai aturan lain. Ya gemar minum-minuman keras lah, ya kasar ke orang tua lah. Ambyar semua kesan pria baik-baik Donwori. Yang dulu sempat memikat hati Karin dengan berbagai dalil dan nasehatnya.

Yang paling tak ia terima, Donwori tak mau tanggung jawab perihal domestik. Mentang-mentang Karin ikut kerja, ia macak goblok alias tak pernah memberi kecuali diminta. Alasannya, untuk cicilan KPR rumah. Tapi ketika ditanya di mana dan sudah sejauh apa, ia mbulet jawabnya.

Segala kepalsuan Donwori ini sudah membuat Karin jengah. Dan akhirnya, ia putuskan menggugat cerai pria yang dulu, ia kira bisa jadi imam yang baik ini. Ia muak dengan pencitraan belaka. (sb/is/jay/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...