Jebol di Menit 98, Merasa Dikerjai Wasit, Presiden Pimpin Protes Klub

Selasa, 17 Desember 2019 10:39

President Cagliari, Tommaso Giulini / Enrico Locci/Getty Images

FAJAR.CO.ID, CAGLIARI—Rentetan tanpa kekalahan Cagliari berakhir dengan cara sangat menyakitkan. Menghadapi Lazio di giornata ke-16 Serie A, mereka sempat memimpin sebelum akhirnya takluk akibat dua gol injury time Lazio.

Giovanni Simeone membawa Cagliari unggul 1-0 saat pertandingan di Sardegna Arena baru berjalan delapan menit. Keunggulan itu bertahan hingga waktu normal berakhir. Tetapi, di injury time, petaka terjadi.

Luis Alberto sukses menyamakan kedudukan di menit ke-3 injury time. Lalu, ketika pertandingan seperti akan berakhir imbang 1-1, pendukung tuan rumah dibuat terdiam oleh Felipe Caicedo yang mencetak gol di menit ke-8 injury time.

Hasil yang begitu menyakitkan membuat kubu Cagliari begitu kecewa pada wasit yang memberi tambahan waktu begitu banyak. Bahkan, akibat merasa klubnya dikerjai, Presiden Cagliari, Tommaso Giulini sendiri yang memimpin aksi protes.

“Penjelasan yang kami berikan adalah bahwa staf medis datang lima kali dan tidak masalah berapa lama mereka habiskan di lapangan, Anda tambahkan satu menit. Ada enam pergantian pemain, jadi masing-masing 30 detik,” keluhnya kepada Sky Sport Italia.

Ia menegaskan, Lazio juga mencetak gol setelah injury time seharusnya sudah berakhir. “Itu juga benar bahwa tujuh menit telah lewat, tetapi ada penggantian selama masa injury time, sehingga menambah 30 detik lagi,” tegasnya dikutip dari Football Italia.

Bagi Giulini, keputusan memberi tambahan waktu yang begitu banyak sangat tidak masuk akal dalam laga yang berlangsung normal seperti ini. “Kami menerima aturan sebagaimana adanya, tetapi tidak setuju dengan mereka, karena ini adalah pertandingan tanpa insiden VAR, hanya satu kali petugas medis tetap di lapangan selama lebih dari satu menit. Jadi sepertinya absurd untuk memiliki tujuh setengah menit injury time dalam pertandingan seperti ini,” kritiknya.

Menurut sang presiden, dirinya bingung dengan penggunaan waktu di Serie A. “Saya akan membandingkannya dengan pertandingan Liga Primer Inggris dan bertanya-tanya apakah pertandingan itu akan dipecah sebanyak itu oleh wasit,” ujarnya.

Protes keras ini dilontarkan Giulini karena ia kasihan pada fans mereka yang begitu luar biasa memberi dukungan. “Itulah yang paling menyakitkan, bahwa 16.000 orang mendukung kami tanpa henti dan tidak pantas melihat tujuh menit injury time diberikan,” kuncinya. (amr)

Bagikan berita ini:
4
3
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar