Kontraksi Dini, Hindari Berenang

Selasa, 17 Desember 2019 11:05
Kontraksi Dini, Hindari Berenang

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bagi ibu hamil yang ingin berenang tak menjadi masalah. Namun baiknya hindari jika Anda mengalami kontraksi dini.

Spesialis Kandungan, Rumah Sakit Ibnu Sina, Dr dr Nasruddin SpOG(K) MARS mengatakan, berenang salah satu olahraga yang direkomendasikan pada ibu hamil guna melatih otot pernapasan. Semakin besar kehamilan, maka janin akan menekan diafragma pernapasan sehingga berenang sangat baik dilakukan. Namun, bagi Anda yang masih pada trimester pertama, sebaiknya jangan dahulu berenang. Olahraga exercise paling baik pada ibu hamil dengan kondisi kehamilan enam bulan ke atas. “Karena trimester awal masih sangat dini konsekuensi bisa mengalami nyeri, sehingga disarankan banyak beristirahat dahulu,” tambahnya.

Selain itu, tidak disarankan pada ibu hamil pada kondisi kehamilan yang mengalami kontraksi rahim dini dan berisiko melahirkan prematur. Lalu pada kondisi adanya pelepasan bercak, atau pelepasan air ketuban.

Air ketuban memiliki fungsi mencegah masuknya kuman atau bakteri di rahim. Jika memang kondisi kandungan baik-baik saja, maka boleh saja berenang. Pastikan kondisi kolam renang yang memang benar-benar berstandar. Ketika berenang hindari menelan airnya karena bisa masuk ke janin.

Kandungan klorin dan bakteri pada kolam renang menjadi hal yang tak masalah karena dalam pemberian klorin di kolam berenang masih dalam batas toleransi. “Sebenarnya sudah diciptakan dengan baik kondisi di mana janin dilindungi oleh lendir serviks untuk proteksi kuman yang masuk. Lalu adanya asam vagina, mulut rahim ibu hamil yang memanjang dan ketuban, semua ini melindungi janin dari kuman yang masuk,” ungkapnya.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Dr Alfina Baharuddin MKes menuturkan, beberapa hal yang harus diperhatikan saat berenang agar tetap aman yakni memastikan air di kolam renang terlihat bersih dan jernih. Kolam renang dengan tingkat klorin yang normal seharusnya tidak memiliki bau amonia yang tidak sedap. Bau air kolam renang yang kuat bisa disebabkan oleh reaksi kimia antara klorin dan nitrogen yang berasal dari keringat atau urine manusia. Jadi, waspadai jika bau air kolam terasa menyengat.

Perlu diketahui, sebagian besar air kolam rata-rata telah terkontaminasi oleh urine yang tidak sengaja dikeluarkan para pengunjung kolam. Biasanya banyak berasal dari anak-anak. Salah satu hal sederhana yang bisa dilakukan dengan menjaga agar kepala tetap di atas air saat berenang, dan usahakan tidak menelan air kolam renang.

“Salah satu parasit dalam kolam renang yaitu crypto. Ketika berenang lalu menelan air yang sudah terkontaminasi parasit crupto bisa mengalami diare, kram perut, pusing, dan muntah. Jadi memang usahakan tidak menelannya,” tambah Alumnus Program Doktor Mikrobiologi Unhas tersebut. (*)

REPORTER: RAHMADANI INDAH ABADIEDITOR: HAMDANI SAHARUNA

Bagikan berita ini:
7
9
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar