Mantan Sekretaris MA dan Menantu Tersangka Suap Rp46 Miliar, KPK Merasa Miris

Selasa, 17 Desember 2019 08:15

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – KPK menetapkan mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap dan gratifikasi senilai total Rp46 miliar, terkait dengan perkara di MA pada periode 2011-2016.

KPK sudah mengirimkan surat permintaan cegah terhadap Nurhadi agar tidak bisa bepergian ke luar negeri.

“Dalam proses penyidikan tersebut tim KPK telah mengirimkan surat pelarangan ke luar negeri pada pihak Imigrasi, yaitu terhadap 3 orang tersangka NHD (Nurhadi), RHE (Rezky Herbiyono) dan HS (Hiendra Soenjoto) selama 6 bulan ke depan terhitung sejak 12 Desember 2019,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Senin (16/12).

Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA, sedangkan Hiendra selaku Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

“Penyidikan telah dilakukan sejak 6 Desember 2019, KPK pun telah mengirimkan pemberitahuan dimulainya penyidikan kepada para tersangka,” ungkap Saut.

Bagikan berita ini:
2
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar