Tak Mau Didikte, Erdogan Ancam Tutup Pangkalan Militer AS di Turki

FAJAR.CO.ID, ISTANBUL – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan menutup dua pangkalan militer strategis yang digunakan oleh Amerika Serikat (AS) di Turki.

Hal itu dia ungkap setelah AS memperingatkan sanksi atas Turki yang membeli senjata Rusia. Erdogan sering mengangkat kemungkinan soal ini di masa lalu, pada saat ketegangan antara kedua negara.

“Jika perlu, kita bisa menutup Incirlik dan kita bisa menutup Kurecik,” ujar Erdogan pada saluran televisi pro-pemerintah A Haber, seperti dilaporkan AFP, Senin (16/12).

Kedua pangkalan itu terletak di pantai barat daya Turki, dekat perbatasan dengan Suriah. Angkatan udara AS menggunakan pangkalan udara di Incirlik, untuk menyerang posisi yang dipegang oleh ISIS di Suriah. Pangkalan Kurecik memiliki stasiun radar utama NATO.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengangkat masalah pangkalan tersebut pekan lalu. Menanggapi ancaman sanksi baru AS, dia memperingatkan bahwa penutupan mereka bisa segera dilakukan.

Turki menghadapi sanksi AS atas keputusannya membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia, meskipun ada peringatan dari AS.

Dan pada Jumat (13/12), Turki memanggil duta besar AS setelah Senat AS mengikuti keputusan majelis rendah dan memilih mengakui pembunuhan 1915 orang Armenia sebagai genosida.

RUU itu belum ditandatangani oleh Presiden Donald Trump.

Armenia mengklaim 1,5 juta orang tewas dalam pembunuhan itu. Turki menyatakan jumlah kematian jauh lebih rendah dan warga Turki juga banyak tewas, menyalahkan pembunuhan itu bagian dari Perang Dunia II. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...