Aklamasi Pimpin Hanura, OSO: Ada yang Ingin Merusak Hanura

0 Komentar

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang alias OSO terpilih lagi secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) III Partai Hanura. (Hendra Eka/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang alias OSO terpilih lagi secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) III Partai Hanura. OSO diminta kembali menjadi Ketua Umum atas permintaan 34 DPD dan DPC yang hadir di Golden Ballroom, The Sultan Hotel, Jakarta, Selasa, (17/12) malam.

Dalam sambutannya, OSO menegaskan, kader Hanura tidak boleh berkecil hati, justru harus berbangga karena Partai Hanura telah melewati badai dan riak-riak yang telah diciptakan oleh orang yang pernah dibesarkan partai.

“Ingat, jelang Pemilu 2019 lalu partai kita dihajar badai politik yang dahsyat,” kata OSO.

Menurut OSO, berbagai cara dilakukan untuk mengguncang Partai Hanura. Bahkan, hingga ke jalur hukum. Namun, karena kerja keras semua kader, Partai Hanura bisa melewati itu semua.

“Setelah para pengkhianat dan perusak itu gagal, mereka justru berpindah ke partai lain. Orang yang selalu mengganggu dan merusak rumahnya sendiri telah pergi dari partai,” ungkap OSO.

OSO juga menegaskan, kader patut berbahagia dan berbangga hati, karena badai telah pergi dan lenyap dari partai. Sebab, lanjutnya, bagaimanapun, Hanura adalah partai yang menjanjikan. Jadi tidak heran kalau ada orang yang ingin mengganggu bahkan mengambil Hanura.

“Ada orang ingin mengambil, merusak Hanura. Bolehkah dia rusak?” tanya OSO tiga kali kepada kadernya. Kompak, kader OSO menjawab. “Tidak.”.

“Meskipun guncangan, intervensi lebih besar bahkan cara hukum dilakukan, tetapi kita menang. Ingat negara kita negara hukum,” ujarnya.

Politikus kawakan kelahiran Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, 18 Agustus 1950 itu menyatakan setelah badai partai telah diselesaikan, saatnya memulai dari nol.

“Saatnya nol kan lagi speedometer, mulai From Zero to Hero,” tegas mantan ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu.

Lewat Munas yang menjadi forum tertinggi dalam pengambilan keputusan ini, OSO mengajak semua kader introspeksi diri. Evaluasi kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang yang dimiliki Partai Hanura menuju 2024.

Sementara itu, sola tak hadirnya Presiden Joko Widodo dan Wiranto di Munas Hanura, OSO beralasan dirinya masih fokus urusan internal partai dan Munas.

“Ya memang situasi kita membikin ini khusus dalam keluarga besar Partai Hanura, bukan tidak mengundang. Nanti akan kita undang,” ujar OSO.

‎Sementara Ketua Dewan Pembina Wiranto yang tidak hadir dalam hajatan tersebut. OSO tegas mengatakan, dalam AD/ART yang baru tidak lagi tercatat adanya jabatan tersebut.

“Sekarang kita sudah enggak ada dewan pembina dalam struktur organisasi kita sesuai dengan keputusan Menkum HAM. Jadi kita berdasarkan AD/ART,” katanya.

OSO mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus memberikan bimbingan teknis kepada peserta Munas Hanura. Kemudian, dalam Munas ini para kader Hanura akan memberikan masukan secara internal.

“Kita ingin memberikan peluang untuk mereka secara bebas memberikan masukan masukan di Munas ini, sehingga acara ini kita khususkan antara kita dengan kita,” pungkasnya.

Diketahui, agenda Munas Hanura akan dilanjutkan esok hari dengan pembahasan AD/ART partai dan program kerja ke depan. Saat ini forum Munas telah diskors usai penetapan OSO menjadi ketum kembali. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...