Aklamasi Pimpin Hanura, OSO: Ada yang Ingin Merusak Hanura

Rabu, 18 Desember 2019 10:27

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang alias OSO terpilih lagi secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) III Partai Hanura. (Hendra Eka/JawaPos.com)

“Meskipun guncangan, intervensi lebih besar bahkan cara hukum dilakukan, tetapi kita menang. Ingat negara kita negara hukum,” ujarnya.

Politikus kawakan kelahiran Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, 18 Agustus 1950 itu menyatakan setelah badai partai telah diselesaikan, saatnya memulai dari nol.

“Saatnya nol kan lagi speedometer, mulai From Zero to Hero,” tegas mantan ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu.

Lewat Munas yang menjadi forum tertinggi dalam pengambilan keputusan ini, OSO mengajak semua kader introspeksi diri. Evaluasi kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang yang dimiliki Partai Hanura menuju 2024.

Sementara itu, sola tak hadirnya Presiden Joko Widodo dan Wiranto di Munas Hanura, OSO beralasan dirinya masih fokus urusan internal partai dan Munas.

“Ya memang situasi kita membikin ini khusus dalam keluarga besar Partai Hanura, bukan tidak mengundang. Nanti akan kita undang,” ujar OSO.

‎Sementara Ketua Dewan Pembina Wiranto yang tidak hadir dalam hajatan tersebut. OSO tegas mengatakan, dalam AD/ART yang baru tidak lagi tercatat adanya jabatan tersebut.

“Sekarang kita sudah enggak ada dewan pembina dalam struktur organisasi kita sesuai dengan keputusan Menkum HAM. Jadi kita berdasarkan AD/ART,” katanya.

OSO mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus memberikan bimbingan teknis kepada peserta Munas Hanura. Kemudian, dalam Munas ini para kader Hanura akan memberikan masukan secara internal.

Komentar