Legalkah Ijazah Wisudawan UIN Alauddin?

Kampus UIN Alauddin. (INT)

Mencermati kegundahan terhadap dinamika pengelolaan UIN Alauddin, beberapa usaha untuk meyakinkan pimpinan akan kekhilafannya melabrak aturan yang ada. Surat keberatan telah saya layangkan, juga telah mengadu pada komisi Penegakan Kode Etik. Menariknya, beberapa respons yang berkompeten terhadap kegalauan ini.

Beberapa kawan sejawat memosisikanku sebagai tukang kritik, sebahagian lainnya menilai aktivitas kritik ini karena berada dalam kelompok buntung, sebahagian lainnya merasa untung karena terwakili karena mungkin memiliki kegundahan yang sama namun tak kuasa mengapresiasikannya.

Pak Rektor merespons bijak, menelepon sambil mengingatkan persahabatan kami walau tak memberi solusi. Balasku, kepada beliau untuk tidak terlena pada pujian tetapi sahabat yang baik yang mampu melihat kekurangan sahabatnya seraya memberi saran perbaikan.

Sementara sebagian pejabat yang terusik kursi empuknya akan merasa terancam. Respons ini kuterima pula bahkan menilaiku akan berpuas hati bila ia kehilangan jabatan. Apa yang aku lakukan bukanlah untuk menghalang rezeki orang, tetapi berupaya mengambil bagian dari perintah Allah untuk saling mengingatkan.

Bila upaya tazkirah ini di-posting di media, hal itu ditempuh karena saluran aspirasi tersumbat.

Menjawab pertanyaan seorang komisioner Penegakan Kode Etik yang bertanya “apa motivasi anda mengadukan pelanggaran maladministrasi rektor dan dekan?”. Pertanyaan ini membuatku kepanasan dan kujawab: “adakah dalam petitum pengaduanku untuk kepentingan pribadiku..?, atau pengaduanku ini melanggar rambu-rambu formil..?”.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...