Menunggu Eksekusi Mati, Eks Pasukan Elite Sebut Bunuh Model Altantuya Atas Perintah Najib Razak


Azilah sempat bertanya kepada Najib soal apa yang dimaksud dengan ‘menangkap dan menghancurkan mata-mata asing’. “Dia menjawab, ‘Tembak untuk membunuh’, mengindikasikan ‘isyarat potong leher’,” sambungnya.

Saat dirinya bertanya soal tujuan menghancurkan mata-mata asing dengan peledak, Najib menjawab dengan menuding Altantuya sebagai agen spionase.

“Musnahkan jasad mata-mata asing dengan alat peledak untuk menghilangkan jejak. Peledak bisa didapatkan dari gudang senjata,” ujar Azilah mencontohkan kalimat Najib.

Kesaksian Azilah sepanjang 17 halaman itu ditulis dalam bahasa Melayu dan diajukan oleh pengacara Azilah, J Kuldeep Kumar, pada 17 Oktober. Hal ini dimunculkan sebagai bagian dari permohonan pengkajian kepada Pengadilan Federal Malaysia. Dalam pernyataannya, Azilah menjelaskan secara detail sejak momen dirinya dibawa ke kediaman Najib di Seri Kenangan, Pekan, hingga saat dia diperintahkan untuk melakukan ‘tugas rahasia terkait keamanan negara’.

Disebutkan Azilah bahwa operasi pembunuhan Alantuya hanya diketahui oleh sekelompok kecil, termasuk ajudan Najib saat itu, Musa Safri dan penasihat khusus Najiba, Abdul Razak Baginda, serta Sirul sebagai eksekutor lain yang membantu Azilah.

Menurut Azilah, Najib dan Abdul Razak menyebut Altantuya sebagai sosok yang ‘pandai bicara dan licik yang akan berbohong bahwa dia hamil’. Disebutkan juga oleh Azilah bahwa Abdul Razak sempat menuturkan bahwa Altantuya tahu informasi detail soal aset keamanan Malaysia, soal hubungan pribadi antara Najib dan Abdul Razak dengan Altantuya.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR