Perempuan Hamil AF Berbuat Terlarang demi Uang Rp20 Juta

Rabu, 18 Desember 2019 11:07

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sabu-sabu asal Malaysia kian tak terkendali. Warga Sulsel yang berada di Malaysia pun dimanfaatkan untuk meloloskan sabu-sabu ke Sulsel.

Termasuk AF, perempuan dalam kondisi hamil. Dia bersama tiga rekannya membawa sabu-sabu seberat 3,7 kilogram dari Malaysia.

Pemilik sabu-sabu dari Malaysia yang disapa Pak Cik, menjanjikan upah Rp20 juta kepada setiap kurir yang berhasil meloloskan sabu-sabu masuk ke Sulsel.

Iming-iming itulah yang membuat perempuan berinsial AF (28), FM (55), dan KM (29), mau membawa sabu-sabu 3,7 Kg.

Tugas mereka cukup membawa sabu-sabu itu tiba di tangan lelaki berinisial AL (26) asal Sidrap. Jika berhasil, uang Rp20 juta akan diterima para kurir dari Paci. Untung, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel dan petugas Bea Cukai Sulsel mengendus rencana peredaran sabu-sabu itu.

Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Pol Idris Kadir, mengatakan, saat ketiga pelaku tiba di Pelabuhan Parepare, ada barang mencurigakan diketahui oleh petugas Bea Cukai Sulsel.

Dari hasil koordinasi dengan Bea Cukai Sulsel lanjutnya, keempat pelaku diamankan bersama bersama barang bukti sabu-sabu seberat 3,7 kilogram (kg). Salah satu pelaku berniat mengelabui petugas.

“Perempuan itu (AF) menempelkan sabu-sabu di perutnya,” kata Idris saat konferensi pers dan pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan selama 2019 dengan membakar 2kg sabu-sabu dan 11 Kg ganja di kantor BNNP Sulsel, Selasa, 17 Desember.

Selain membakar sabu-sabu dan ganja, BNNP Sulsel juga menggagalkan ribuan ekstasi. Selama September, ada 497 butir ekstasi diamankan. Termasuk mengamankan pelaku berinisial AD, asal Samarinda, Kalimantan Timur.

Selanjutnya, Oktober, diamankan 999 butir ekstasi di Jalan Kandea. Lelaki berinisial MK diamankan. Untuk pengungkapan kasus sepanjang 2019 lanjutnya, telah ditetapkan 29 tersangka dari 18 kasus.

Kembali ke kasus penyelundupan sabu-sabu asal Malaysia, ketiga pelaku mengaku, bertemu Paci secara tiba-tiba saat menghadiri pesta pernikahan di Nunukan, Kalimantan Barat.

“Karena upah Rp20 juta itulah mereka tergiur. Dibawa lah sabu-sabu itu dari Tawau ke Parepare. Sangat disayangkan, perempuan (AF) dalam keadaan hamil sekitar dua bulan,” beber Idris.

Sebelumnya, Kapolda Sulsel, Mas Guntur Laupe telah menginstruksikan untuk melakukan pengamanan ketat menjelang pergantian tahun dan Natal. Selalu ada fenomena pengiriman sabu-sabu dalam jumlah besar di momen ini.

Makanya, ia mengaku akan mengerahkan tim khusus untuk menjaga pintu-pintu masuk ke Sulsel. Tujuannya mencegah masuknya sabu-sabu dan menjaga keamanan. (ans/fajar)

Bagikan berita ini:
2
8
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar