BAN-SM Tutup Ratusan Sekolah

Kamis, 19 Desember 2019 08:47

Pakar pendidikan, Itje Chodidjah, menuturkan data yang disampaikan BAN-S/M ini adalah valid karena mengacu pada kondisi lapangan. Pasalnya, berdasarkan hasil kunjungan lapangan ketika melakukan asesor di NTT, ternyata ada sekolah negeri yang tidak mempertimbangkan SPM.

“Kami menemukan satu sekolah negeri jenjang SMA yang letaknya tidak jauh dari Kabupaten/ Kota di NTT. Sekolah tersebut peserta didiknya hanya 11 orang dan tidak memiliki sarana pendukung. Pemda hanya membangun gedung sekolah, sementara anak tidak mendapat pendidikan layak,” katanya.

“Lebih baik anak-anak tersebut dibiayai untuk sekolah di kabupaten dengan biaya jauh lebih murah dari pada pemda membangun gedung tanpa mempertimbangkan SPM-nya,” imbuhnya.

Dari hasil temuan tersebut, Itje meminta pemda jangan asal dalam menetapkan anggaran. Menurutnya, Pemda harus melihat data kondisi pendidikan yang disampaikan BAN- S/M.

“Diharapkan hasil akreditasi yang disampaikan oleh BAN S/M ini menjadi acuan atau tolak ukur pemda dalam menganggarkan APBD untuk pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota BAN S/M, Budi Sustyo menyebutkan, ada tiga provinsi dengan status TT tertinggi meliputi Papua 26,83%, Kalimantan Utara (Kaltra) 14,29%, dan Kalimantan Barat (Kalbar) 13,61%. Sedangkan untuk tiga provinsi dengan TT terendah adalah Banten (0,37%), Lampung dan Sumatera Utara (Sumut) hanya 0,38%.

“Sementara itu tiga provinsi yang selama tiga tahun terakhir konsisten mengalami peningkatan untuk akreditasi A, adalah DKI Jakarta (77,09%), Yogyakarta (70,64%), dan Bali (49,11%),” tuturnya.

Komentar