Beijing Jual “Teknologi Otoriter” untuk Mata-matai Muslim Uighur

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BEIJING – Tiongkok dilaporkan telah menjual peralatan elektronik dan perangkat lunak, yang digunakan untuk memata-matai etnis Uighur di Wilayah Otonomi Xinjiang, kepada 63 negara di dunia.

Laporan itu diungkap oleh Lembaga riset Carnegie Endowment for International Peace. Adapun para pelanggan di antaranya adalah Iran, Myanmar, Venezuela, Zimbabwe serta sejumlah negara lain yang dilaporkan memiliki catatan pelanggaran hak asasi manusia.

Seperti dikutip dari laman Japan Times, Rabu (18/12), Carnegie menyatakan perangkat pemantau dengan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang dibuat Cina diterapkan di wilayah Xinjiang. Sistem itu bisa menampilkan profil seseorang hanya dari tangkapan citra kamera yang dihubungkan dengan pusat pengolahan data.

Lembaga yang bermarkas di Washington, Moskow, Beirut, Beijing, Brussels dan New Delhi itu menyebut, perangkat itu sebagai “teknologi otoriter”.

Menurut analisis mereka, teknologi tersebut digunakan oleh negara-negara dengan pemimpin yang otoriter untuk mengawasi dan meredam gejolak atau malah membungkam kritik masyarakat.

Ada juga kekhawatiran, data itu akan dikirim kembali ke Beijing dengan tujuan yang tidak diketahui. Mereka menjual sistem itu dengan pinjaman lunak.

“Teknologi ini terhubung dengan sejumlah perusahaan Cina, yakni Huawei, Hikvision, Dahua, dan ZTE, yang memasok sistem kecerdasan buatan di 63 negara. Sebanyak 36 negara di antaranya sudah meneken kerja sama dalam program Inisiatif Sabuk dan Jalan Cina,” demikian isi laporan lembaga itu.

  • Bagikan