Sektor Pertanian, Standing Applause buat Presiden Jokowi

PAKAI SARUNG: Presiden Joko Widodo menggunakan jas dan sarung sewaktu meninjau proyek saluran irigasi di di Desa Kempek, Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon, Minggu (11/3). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA— Sejak terpilih sebagai Presiden RI tahun 2014 lalu dan kemudian terpilih kembali di tahun 2019, Jokowi sangat paham bahwa salah satu sektor strategis yang sangat berpengaruh pada ketahanan negara di masa depan adalah sektor pertanian.

Hal ini telah berkali-kali diungkapkan Presiden Jokowi di berbagai kesempatan bahwa masa depan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh 3 (tiga) sektor strategis yang menjadi ajang kompetisi global yang mempengaruhi geopolitik internasional yakni sektor pangan, sektor energi dan sumberdaya air.

Tidak mengherankan bila dalam visi misi Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK tahun 2014-2019 menempatkan swasembada dan ketahanan pangan menjadi prioritas pembangunan.

Dengan jumlah penduduk sekitar 260 juta jiwa, Indonesia merupakan pasar yang demikian besar dan menjadi incaran negara lain, terutama di sektor yang menjadi kebutuhan pokok rakyat yang harus dipenuhi. Faktor inilah yang meletakkan Indonesia dalam arus kompetetisi global untuk mampu mandiri dan memiliki ketahanan pangan yang kuat agar tidak tergantung dalam hal pangan dari negara lain.

Berbagai sengkarut persoalan yang membelit sektor pangan Indonesia sejak dahulu menjadi bagian dari problema yang harus mampu diurai di tengah potensi besar negara ini untuk berdiri tegak di sektor pertanian. Problema tersebut mulai dari perubahan iklim yang ekstrim, produktivitas yang rendah, tata niaga pangan yang belum terintegrasi, serta mafia dan kartel pangan yang masih menguasai pasar pangan Indonesia.

Komentar

Loading...