Senat AS Dikuasai Republik, Donald Trump Bisa Lolos Pemakzulan

Kamis, 19 Desember 2019 15:21

Johnson menjadi presiden pertama AS yang menghadapi proses pemakzulan. Dia merupakan presiden ke-17 AS. Proses pemakzulan Johnson dimulai pada 24 Februari 1868. Semua berawal dari keputusannya mencopot Edwin M Stanton dari jabatannya sebagai Menteri Perang pada 1868. Keputusan itu melanggar UU di AS karena tanpa izin dari Senat. Johnson sendiri memecat Stanton pada 21 Februari 1868.

DPR AS lantas melakukan sidang dan dalam voting, sebanyak 126 suara memutuskan Johnson bersalah. Setelah itu, proses pemakzulan dibawa ke Senat dan bersidang dari Maret hingga Mei 1868. Pada 16 Mei 1868, Senat gagal untuk menghukum atau melengserkan Johnson dari jabatannya sebagai Presiden AS. Hanya 19 suara yang menyatakan Johnson bersalah, dan 35 suara menyatakan Jonhson tak bersalah. Dibutuhkan mayoritas dua pertiga suara untuk menghukum Johnson.

Sidang pada waktu itu ditunda dan dilakukan sidang berikutnya pada 26 Mei. Tapi, hasilnya tetap sama. Dua pertiga suara tak terpenuhi. Johnson akhirnya tetap melanjutkan masa jabatannya sebagai Presiden hingga berakhir pada 1869.

Presiden kedua AS yang menghadapi pemakzulan adalah Bill Clinton. Dia merupakan presiden ke-42 AS yang menduduki jabatannya. Clinton menghadapi pemakzulan dengan sejumlah tuduhan yakni skandal keuangan, pelecehan seksual, dan perselingkuhan.

Pemakzulan terhadap Clinton dilakukan pada Oktober 1998. Terdapat 11 alasan yang menguatkan pemakzulan itu. Selanjutnya pada 11 Desember 1998, DPR AS menyetujui tiga pasal pemakzulan untuk Clinton yakni tuduhan kebohongan kepada dewan hakim, sumpah palsu dengan menyangkal perselingkuhannya dengan Monica Lewinsky, dan ketiga menghalangi keadilan. Kemudian pada 19 Desember 1998 Clinton didakwa penyalahgunaan kekuasaan.

Komentar


VIDEO TERKINI