FGD Outlook Sulsel: Infrastruktur Rangsang Wisata

Jumat, 20 Desember 2019 21:03

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR–Sektor infrastruktur tetap digenjot Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Itu diharapkan bisa merangsang wisatawan berkunjung ke Sulsel.

Melihat kebijakan itu, Pemprov Sulsel dan Harian FAJAR pun menggelar diskusi “Pembangunan Infrastruktur untuk Kemajuan Ekonomi dan Sektor Pariwisata” di Baruga Karaeng Pattingaloang, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu, 21 Desember, pukul 08.00–13.00 Wita.

Nurdin Abdullah sebagai pembicara utama. Selain itu, Kepala Bappeda Sulsel Rudy Djamaluddin, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar Miftachur Munir, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, Direktur/Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan Sulsel Endang Kurnia Saputra, dan Rektor Institut Bisnis dan Keuangan Nitro Prof Marsuki DEA, hadir.

Sektor pariwisata diandalkan untuk memacu ekonomi dan menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Secara nasional, ditargetkan ada 20 juta wisatawan mancanegara akan masuk pada 2020.

“Kita harap 10 persen dari target nasional ini bisa masuk ke Sulsel. Makanya kita harus menggenjot infrastruktur. Percuma destinasi dibenahi kalau aksesnya ke sana buruk. Makanya perlu sinergi,” ungkap Nurdin.

Konektivitas dan ketersediaan infrastruktur itu akan menopang pariwisata. Sehingga kata Nurdin, infrastruktur pendukung kini dipacu ke destinasi wisata andalan. Infrastruktur wisata di Toraja terus dipacu karena sudah menjadi destinasi wisata internasional.

“Seperti pembangunan Bandara Buntu Kunik di Toraja, kita bangun menjadi bandara internasional. Persoalan Toraja itu hanya soal akses saja. Orang semua mau ke Toraja. Cuma, itu, kalau ditempuh lewat darat dari Makassar habis waktu 8 jam. Pedestrian juga dibenahi sehingga menjadi kawasan ramah turis,” tuturnya.

Komentar