Mulai Putus Asa, Honorer K2 Reni Anggraini Berniat Jadi TKW

Jumat, 20 Desember 2019 16:04

Reni Anggraini, honorer K2 yang berencana menjadi TKW. Foto: dok pribadi for JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Bergulirnya revisi UU ASN (Aparatur Sipil Negara) menumbuhkan harapan baru bagi sebagian honorer K2. Namun, sebagian lagi malah bersikap apriori. Pesimistis. Mereka menilai revisi UU ASN yang masuk prolegnas 2020 hanya jadi bahan PHP (pemberi harapan palsu) oleh pemerintah dan DPR.

Seperti pendapat Sunandar, koordinator honorer K2 Kabupaten Pati. Dia dan rekan-rekannya memang sangat berharap revisi UU ASN membuka jalan baginya untuk bisa diangkat jadi PNS.

Meski begitu Sunandar yang berprofesi sebagai guru pendidikan agama Islam ini tetap akan setia mengajar, ada atau tidak ada revisi UU ASN. Tidak diangkat menjadi PNS pun, dirinya tetap akan berada di ruang kelas. Sebab, sekolah di mana dia mengajar adalah amanah ayahnya.

“Ayah saya yang bangun SD ini. Kalau saya berhenti mengajar, saya melanggar amanah orang tua,” kata Sunandar kepada JPNN.com (grup fajar.co.id), Jumat (20/12).

Dia mengungkapkan, ada beberapa rekannya yang saking putus asanya karena tak kunjung diangkat menjadi PNS, sementara gaji sebagai guru honorer sangat kecil, ingin alih profesi. Ada yang ingin jadi tenaga kerja wanita (TKW) karena desakan kebutuhan hidup.

Sebagai coordinator honorer K2 Pati, Sunandar juga tidak bisa menahan keinginan itu. Sebab, dia tidak punya dasar kuat untuk meyakinkan rekan-rekannya.

“Gimana ya, ganti menteri 18 kali saya rasa sama saja sih, kalau DPR dan penguasanya tidak memandang kami,” ujarnya.

Komentar