Sistem Peringatan Dini Mulai Berfungsi, Stok Bawang Merah Jelang Natal-Tahun Baru Aman

Jumat, 20 Desember 2019 16:58

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mendekati penghujung tahun, banyak pihak kerap mengkhawatirkan terjadinya tekanan inflasi, terutama dipicu kelompok pengeluaran bahan makanan. Salah satu komoditas yang acapkali menjadi sorotan adalah bawang merah.

Sebagai salah satu bahan pokok penting (bapokting) non substitusi, bawang merah harus tersedia cukup untuk 267 juta penduduk Indonesia.

Secara rutin, angka kebutuhan bawang merah nasional bulan Desember naik 5 persen menjadi 110 ribu ton. Rata – rata konsumsi masyarakat Jabodetabek berkisar antara 13 – 14 ribu ton per bulannya. Angka yang terbilang besar ini menjadi PR bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas produksi dan harga di seluruh Indonesia.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura, memiliki instrumen untuk memantau stok dan harga bawang merah setiap hari baik di tingkat petani maupun pasar. Sistem pemantauan dan pengendalian dini tersebut dikenal dengan istilah Early Warning System atau disingkat EWS. Sistem tersebut menjadi alat peringatan dini atas kejadian yang mungkin terjadi beberapa bulan ke depan khususnya untuk komoditas hortikultura, sekaligus melakukan sejumlah langkah antisipasi dan mitigasi resiko.

Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto pertama kali memperkenalkan sistem monitoring cabai dan bawang merah berbasis EWS tersebut. EWS mengembangkan perkiraan produksi berdasarkan luas panen yang dihitung sejak waktu tanam dengan melihat realisasi tanam. Khusus bawang merah, umur panen rata-rata berkisar antara 60-80 hari sesudah tanam sesuai jenis dan varietasnya.

Komentar