Revisi Perda RTRW, Kota Beradat Berubah Jadi Kota Pertambangan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID,WATAMPONE -- DPRD Bone bersama pemerintah daerah sepakat merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dari 12 kecamatan menjadi 21 kecamatan wilayah pertambangan.

Hal itu memang usulan DPRD ke dalam Program Legislasi Daerah (Prolekda). Kota beradat, julukan Bone akan berubah menjadi kota pertambangan. Tentu kabar baik bagi para pengusaha tambang. Kabar buruk bagi para petani yang tidak menyetujuinya.

"Kami selaku inisiator telah menyetujuinya bersama. Persetujuan tingkat 1," kata Ketua Komisi 1 DPRD Bone, Saifullah Latif kepada FAJAR, Sabtu (21/12/2019).

Di Bone polemik pertambangan ada banyak sekali. Warga sangat mengeluhkan aktivitas pertambangan di Desa Mattampa Bulu Kecamatan Lamuru, Desa Pasempe Kecamatan Palakka, Sumpang Minangae Kecamatan Sibulue, Desa Pakkasalo Kecamatan Dua Boccoe, dan Kecamatan Cenrana sekitaran Sungai Walanae.

Pemerintah juga harus memperhatikan soal semua daerah yang akan dijadikan pertambangan. Bahkan, mendengar jeritan masyarakat yang tak menginginkan hal itu ada.

Anggota DPRD Bone dari Fraksi Demokrat, Kaharuddin menyatakan, jika terus ada aktivitas pertambangan di wilayah Sungai Cenrana semua embrio bakal tersedot habis. Karena itu sudah diteliti oleh ahli topografinya.

Katanya, kalau Bone Utara ditambang secara masif akan sama dengan Lapindo. Bakal tenggelam. "Daerah Cenrana itu daerah Delta. Di bawah itu pasir semua. Ada banyak penambang di sana. Tentu banyak merugikan untuk masyarakat jika terus dibiarkan," tegasnya. (gun)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan