Menteri Israel Ingin Bubarkan Pemerintahan Otoritas Palestina


FAJAR.CO.ID, GAZA– Salah seorang menteri Israel meminta pemerintahnya untuk membubarkan pemerintahan Otoritas Palestina (PA). Seruan itu sebagai reaksi terhadap keputusan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk meluncurkan penyelidikan terhadap dugaan kejahatan perang Israel.

Dalam sebuah tweet yang diposting pada hari Sabtu, Bezalel Smotrich, Menteri Transportasi Israel, juga menyebut ICC sebagai lembaga politik, antisemit.

Sebelumnya pada Jumat pekan lalu, Kepala Penuntut ICC Fatou Bensouda menyebut ada dasar yang masuk akal untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang di wilayah Palestina yang diduduki di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza.

Keputusan itu muncul setelah PA secara resmi mengajukan permintaan pada Mei 2018, dengan merujuk file kejahatan perang Israel terhadap rakyat Palestina.

Smotrich meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memberi PA ultimatum 48 jam untuk menarik tuduhan atau membubarkan pemerintah Palestina “segera” jika batas waktu tidak dipenuhi.

“Keuntungan dari keberadaan PA tidak sebanding dengan kerusakan diplomatik yang disebabkannya bagi kita,” kata Smotrich.

“Ini menyebabkan kerugian besar bagi Israel di forum internasional, dan lebih baik bagi Israel untuk bekerja menuju keruntuhannya.”

PA yang mengajukan gugatan pada 2015 menyambut baik keputusan ICC untuk melakukan penyelidikan. Itu dinilai sebagai “langkah yang sudah lama tertunda” dan telah mendesak pengadilan untuk bergerak lebih cepat.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR