2024, KPPI Sulsel Target 40 Persen Keterwakilan Perempuan di Parlemen

Senin, 23 Desember 2019 17:07

KPPI Sulsel Target 40 Persen Keterwakilan Perempuan di Parlemen

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pengurus Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) berkunjung di redaksi Harian FAJAR, Senin, 23 Desember.

Kunjungan itu dalam momen Hari Ibu. Mereka mengenakan baju putih sambil membawa kue bertuliskan “Selamat Hari Ibu”.

Selain itu, KPPI juga menyampaikan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pengurus Pusat Kaukus Perempuan Politik Indonesia (DPP KPPI) beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan itu dipimpin oleh Ketua KPPI Sulsel, Andi Rachmatika Dewi dan Sekretaris KPPI Sulsel, Shinta Molina serta pengurus lainnya.

“Harapan kami. Supaya politisi yang muncul pemberitaan itu jauh lebih beragam. Di Sulsel ini kita banyak potensi, akan tetapi biasanya teman-teman wartawan hanya tahu satu atau dua orang saja. Sebenarnya kita punya banyak (potensi) tetapi kurang terekspose dengan baik. Oleh karena itu, ke depan jika ada butuh dukungan teman-teman media,” ujar Cicu sapaan akrab politikus perempuan yang juga Ketua DPC Nasdem Makassar ini.

Menghadapi Pilkada 2020 dan Pemilu 2024, KPPI Sulsel punya target agar keterwakilan perempuan bisa meningkat. Untuk Pilkada 2020, KPPI tetap mendukung penuh politikus yang mau maju di Pilkada 2020.

Sementara keterwakilan perempuan di DPRD Sulsel saat ini belum sampai 30 persen, maka Pemilu 2024 targetnya bisa mencapai 40 persen. Begitu di daerah kabupaten kota agar ada keterwakilan perempuan. “Kita target seperti itu dari sekarang,” ungkapnya.

Shinta Molina menambahkan, hasil Rakernas memang merekomendasikan sejumlah poin. Salah satunya advokasi perempuan politik dalam menghadapi Pemilu 2024.

“Itu agar tidak terjadi kejadian lagi adanya penzaliman terhadap perempuan politik yang ditetapkan menjadi anggota DPRD, tetapi tidak dilantik menjadi anggota DPRD Sulsel. Itu mengurangi kouta kami. Yang tadinya bisa mencapai 30 persen keterwakilan di DPRD. Hanya menjadi 27 persen saja,” ujarnya.

Hal tersebut menjadi perhatian KPPI Sulsel. Bukan hanya itu, penempatan perempuan di partainya mendorong di posisi strategis. Meski bukan ketua, tetapi bisa sekretaris dan bendahara. “Betul-betul ada perhatian pada perempuan itu. Kita dorong ketua-ketua partai mau menandatangani MoU seperti itu,” tuturnya.

Seperti diketahui, di DPRD Sulsel, Caleg terpilih DPRD Provinsi Sulsel dari partai Gerindra, Misriani Ilyas ditetapkan oleh KPU Sulsel. Namun, dalam perjalanan batal dilantik karena persoalan internal partainya. (ham)

Komentar