Terobos Pintu Perlintasan, 7 Tewas Digilas Kereta Api

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BEKASI — Peristiwa mengenaskan terjadi di pintu perlintasan kereta di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tujuh orang meninggal dunia saat kendaraan yang mengakutnya ditabrak kereta karena menerobos pintu perlintasan.

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengaku turut berduka cita kepada keluarga korban akibat musibah yang terjadi di pintu perlintasan kereta Jalan Raya Bosih RT 01/25, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/12) malam. Dia juga menyesalkan peristiwa seperti itu masih saja terjadi.

“Kami atas nama PT KAI ikut berduka cita. Saya sangat menyesalkan peristiwa memilukan seperti ini masih terjadi. Saya juga mengimbau agar seluruh pengguna kendaraan yang akan melintas di perlintasan sebidang dengan jalur KA untuk mematuhi rambu-rambu yang ada,” katanya, Minggu (22/12).

Eva mengatakan pihaknya juga mendukung penuh proses percepatan yang dilakukan Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan pemerintah daerah agar perlintasan sebidang, khususnya yang memiliki lalu lintas padat, serta perlintasan liar dapat segera ditutup.

“Sementara untuk area yang masih terdapat perlintasan sebidang PT KAI Daop 1 Jakarta juga berharap penertiban berupa sanksi penilangan bagi masyarakat yang melanggar rambu di perlintasan dapat terus dilakukan,” katanya.

Dia juga mengatakan akibat kecelakaan tersebut kereta Api 69F Argo Parahyangan sempat tertahan selama 15 menit.

“Kereta tersebut dapat kembali melanjutkan perjalanan setelah sempat tertahan sekitar 15 menit untuk pengecekan rangkaian,” katanya.

Kasubbag Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, AKP Sunardi mengatakan kecelakaan maut tersebut terjadi akibat sebuah mobil Daihatsu Sigra B-1778-FZI menerobos perlintasan kereta api. Mobil tersebut kemudian ditabrak KA Argo Parahyangan tujuan Jakarta.

“Satu mobil berisi tujuh orang meninggal di tempat kejadian,” katanya.

Ketujuh korban tewas, yakni pengemudi bernama Bahrudin (51), Watinah (50), Santi (30), Didit (12), Yanto, Syarufudin (49), dan Yanda (32). Dari hasil identifikasi sementara mereka tercatat sebagai warga Jalan Arjuna III Nomor 34, RT 7/7, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.

“Saat ini jasad korban yang berjumlah tujuh orang tersebut kemudian dibawa ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kabupaten Bekasi,” katanya.

Dikatakannya, kejadian bermula saat mobil yang dikendarai Bahrudin hendak melintasi perlintasan tersebut.

Warga sebenarnya telah mengingatkan agar tidak melintas karena ada kereta cepat Argo Parahyangan yang akan melintas. Namun korban tidak mengindahkan peringatan itu dan terus melintasi perlintasan.

Alarm sudah bunyi dan palang kereta posisi sudah ditutup namun terbuka sedikit. Di situ pengemudi memaksa melintas.

“Mobil tersebut tertabrak oleh kereta api Argo Parahayangan dari arah timur atau Surabaya ke arah barat Jakarta,” ungkapnya.

Kasus kecelakaan ini tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian.

“Mobil Daihatsu Sigra warna biru dengan nomor polisi B 1778 FZI saat ini dibawa ke Unit Laka Satlantas Polres Metro Bekasi guna kepentingan penyelidikan,” kata Sunardi.

Firmansyah, salah satu keluarga korban kecelakaan, mengatakan para korban baru saja menjenguk dirinya.

“Abis dari rumah saya, nengokin saya, saya kan sakit. Korban itu Martinah, Syarifudin dan Bahrudin itu kakak saya,” katanya di rumah duka Jalan Arjuna III nomor 34, RT 07, RW 07 Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.

Dia mengaku, sempat meminta para korban untuk tidak pulang karena khawatir dengan kondisi jalanan.

“Udah saya tahan, enggak boleh pulang karena di sana ramai kalau malam minggu. Cuman ya, memang ingin pulang, enggak bisa ditahan,” kata dia.

Setelah kunjungan itu berlangsung, sekitar pukul 22.00 WIB, Firman mendapat kabar kecelakaan di Cibitung melalui sosial media.

Foto mobil yang terlihat tampak mirip seperti mobil keluarganya.

“Saya lihat KTP benar namanya, langsung saya suruh istri saya ke sana, ke RS Cibitung,” ujar dia.

Tak lama tiba di rumah duka sekitar pukul 10.00 WIB, ketujuh anggota keluarganya pun lalu dimakamkan di dua tempat pemakaman umum (TPU) terpisah.

“Lima jasad dimakamkan di TPU Kemiri Pulogadung dan dua jasad lainnya dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung,” katanya.

Lima korban dimakamkan di TPU Kemiri, yaitu Martinah (57), Sugianto (61), Syarifudin (54), Akemidita (11), Bahrudin (51).

“Jenazah Syarifudin dan Martinah ditumpuk dengan jenazah keluarga masing-masing di dua kuburan berbeda di blok A2. Sementara Sugianto, Akemidita dan Bahrudin dimakamkan di liang lahat baru,” katanya.

Sedangkan dua jasad lainnya Santi (30) dan Yanda (32) dimakamkan di kapling muslim TPU Pondok Ranggon. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...